Apa jadinya jika sumber air yang dulunya merupakan tempat bagi warga masyarakat sekitarnya untuk mengambil air bersih, kini telah dikuasai oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan bisnis. Sementara sumber air yang tersisa kini telah tercemar karena menjadi tempat mencuci bagi warga sekitar juga rekreasi. 


Tempat warga masyarakat sekitar mencuci pakaian

Janti dulu dan kini 

Dulu daerah Janti, Klaten Jawa Tengah dan sekitarnya mempunyai banyak sumber air yang dalam bahasa Jawa disebut dengan nama umbul. Belum ada info yang jelas tentang berapa banyak jumlah umbul yang ada di sana, namun yang pasti hampir di setiap desa selalu ada umbul. Umbul yang ada di sini dulunya dikenal sebagai sumber air minum yang bersih dan berlimpah. 



Dari sela-sela batu inilah keluar air


Air itu dialirkan dengan pipa ke rumah-rumah penduduk. Masih teringat dalam ingatan saya ketika masih kecil. Kebetulan nenek tinggal di daerah sekitar Janti. Tentu saja sebagai cucunya aku seringkali pergi ke sana. Ada kolam renang dibelakang rumah dan jamban atau kamar mandi yang besar dengan air bersih yang melimpah. 

Hingga saat ini keadaan ini masih ada, hanya saja bedanya rasa air minum di sini sekarang tidak sesegar dengan yang dulu. Kalau dulu air putih yang diminum dari dalam kendi terasa begitu segar, namun sekarang air tersebut ada sedikit rasa yang aneh, walaupun air itu sudah dimasak terlebih dahulu. 


Air dari umbul juga digunakan untuk mengairi sawah di sekitarnya

Beberapa umbul di Janti dan sekitarnya merupakan sumber air dari PDAM di solo. Saat ini juga banyak sumber air yang dieksploitasi untuk pabrik air minum kemasan. Selain itu umbul yang lain digunakan sebagai tempat mencuci warga setempat. Pencemaran air detergen telah membuat sumber air ini tidak lagi bersih tentunya. 


Di Bawah pohon beringin besar itu terdapat umbul yang dikenal dengan nama "Umbul Manten" 

Pureit Solusi Air MInum Sehat dengan harga terjangkau


Jika kondisi sumber air tanah seperti umbul Janti saja sudah tercemar sehingga kualitas air minumnya patut dipertanyakan, lalu bagaimana dengan kualitas air di Jakarta yang berasal dari air sungai yang kotor kemudian diolah menjadi air bersih? Ini pasti sudah menjadi pertanyaan umum, terutama bagi ibu-ibu seperti saya yang tinggal di Jakarta dan mengharapkan seluruh anggota keluarga mengkonsumsi air terbaik dan menyehatkan. 



Tentu saja warna air yang bening bukan jaminan kalau air tersebut sehat dan aman untuk diminum. Di dalam air ada banyak virus dan bakteri berbahaya. Untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya tersebut, Unilever telah memberikan Pureit sebagai solusinya. Pureit telah memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh Internasional dan Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat untuk menghiilangkan bakteri dan virus berbahaya. 



Pureit bisa dipakai dengan cara yang praktis, tinggal tuang air dan yang ada di rumah kita, baik itu dari air kran yang bersumber pada air PDAM maupun air tanah. Tidak perlu pakai acara pasang selang ke kran ataupun angkat-angkat galon yang berat. Kapasitas penyimpanan Pureit yang besar mampu menampung 9 liter air. Tentu saja ini cukup untuk air minum dengan anggota keluarga sebanyak 4 orang selama lebih kurang 2 hari. 



Komponen Pureit yang dibuat dari plastik berkualitas tinggi sangat aman untuk makanan dan awet digunakan selama bertahun-tahun. Bentuknya yang simple membuat Pureit bisa kita bersihkan dan kita rawat sendiri. Kita hanya perlu mengganti girm kill kit, yang merupakan komponen pembunuh kuman serta penjernih air setiap pemakaian 1500 liter air . 



Sebagai ibu rumah tangga tentu saja berhemat itu sangat perlu. Coba kita berhitung dengan investasi Pureit seharga 500 ribu dan dengan perkiraan alat ini bisa dipakai selama 3 tahun, misalnya. Tentu saja Pureit sangat murah jika dibandingkan dengan berlangganan air mineral isi ulang dengan harga satu gallon sekitar Rp 4.000. Jika satu gallon air bisa digunakan selama 2 hari, maka dalam setahun saja kita membutuhkan sekitar 182 gallon x Rp 4.000, yang kalau di jumlah adalah Rp 728.000, kalau dalam 3 tahun maka uang yang harus kita keluarkan adalah Rp 2. 184.000. Itu artinya kalau kita menggunakan Pureit maka kita bisa menghemat sedikitnya Rp 1.684.000. Jadi siapa yang bisa menolak penghematan dan kemudahan besar yang menyehatkan ini.



Foto-foto : koleksi Pribadi + http://www.pureitwater.com/ID/pureit
Sumber tulisan  : 
http://www.pureitwater.com/ID/pureit



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog pureit http://lombablogpureit.blogdetik.com/