TAK KENAL MAKA TAK SAYANG. 
Pepatah ini sepertinya cukup ampuh untuk membuat orang menjadi sayang pada tempat yang pernah dikunjunginya sehingga bukan hanya membuat mereka kembali lagi, tapi juga peduli karena merasa mendapatkan kepuasan dan banyak ilmu baru. Pabrik gula bukan hanya menyimpan banyak sejarah, namun lebih dari itu, ada banyak ilmu yang bisa dipelajari di sana. 



PT.Perkebunan Nusantara (PTPN) X memiliki 11 pabrik gula yang telah berdiri sejak tahun 1800 hingga 1900 an. Pabrik-pabrik ini tersebar di Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri serta Tulungagung. Sebagian besar mesin-mesin yang digunakan di Pabrik tersebut masih merupakan mesin asli peninggalan jaman Belanda dulu. Begitu juga dengan bangunan pabrik. 

Keadaan ini tentu saja merupakan sebuah potensi sekaligus asset yang perlu dikembangkan. Bukan hanya nilai sejarah dari bangunan serta mesin yang ada yang nantinya bisa dijadikan sebagai wisata sejarah. Akan tetapi mesin-mesin kuno juga bisa dikembangkan sebagai wisata edukasi. Kedua bidang wisata ini jika dipadukan tentu saja bisa saling mendukung satu sama lain. 

Saat ini memang sudah ada wisatawan yang datang berkunjung ke pabrik gula milik PTPN X. Namun sayangnya wisatawan yang datang sebagian besar masih terbatas pada orang asing terutama orang-orang Belanda yang ingin sekedar bernostalgia dengan kenangan serta suasana tempo dulu. Kedatangan para wisatawan itu tentu saja didasari oleh rasa cinta mereka pada sejarah terutama yang berhubungan dengan pendahulu mereka. 

Oleh karena itu sudah waktunya jika kita juga mengembangkan wisata sejarah bagi bangsa kita sendiri. Potensi wisata yang ada di Pabrik gula ini nantinya bukan saja bisa berdampak bagi peningkatan pendapatan perusahaan. Namun lebih dari itu, keberadaan wisata sejarah ini nantinya juga bisa memberikan lapangan pekerjaan sekaligus pendapatan yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya. 

WISATA SEJARAH SEKALIGUS EDUKASI

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah dan pendahulunya. Ini tidak lepas dari pendidikan karakter bangsa. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari apapun yang ada pada jaman dahulu. Di antaranya pelajaran tentang kelebihan dan kekurangan yang ada dari karya-karya para pendahulu. 

Itu juga yang seharusnya diterapkan ketika mengelola sebuah kegiatan wisata sejarah. Dengan adanya pelajaran yang bisa didapat oleh para pengunjung, maka hal ini akan membuat mereka merasa kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Apalagi jika para pengunjung bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru dari apa yang dilihatnya. Tak jarang pula ini akan membuat mereka memberikan ide kreatif yang datang secara spontan. Ide-ide ini jika ditindaklanjuti, maka akan membuat si pencetus ide merasa bangga tentunya, selain itu juga akan berdampak pada konsep wisata yang lebih baik. 

Berbagai wisata sejarah yang juga bisa memberikan edukasi bagi para pengunjung diantaranya adalah: 

1. Wisata keliling pabrik. 
Tentu saja wisata ini memerlukan seseorang yang bisa mendampingi (guide) untuk memberikan penjelasan tentang produksi serta mesin-mesin yang ada. Mesin-mesin tua yang masih beroperasi hingga saat ini bisa menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Ada banyak ilmu yang bisa diperoleh di sana. Misalnya saja tentang bagaimana konstruksi mesin itu sehingga bisa bertahan selama lebih dari seratus tahun dan lain sebagainya. 

Wisata keliling pabrik ini juga bisa menumbuhkan rasa cinta pada gula. Dengan melihat sendiri proses pembuatan gula merupakan sebuah ilmu yang harus diketahui oleh anak-anak Indonesia. Sehingga wisata ini juga bisa direkomendasikan untuk diikuti oleh para pelajar dari berbagai tempat. 



2. Wisata dengan kereta api uap. 
Menikmati perjalanan dengan menggunakan kereta api dengan tenaga mesin uap tentu saja sangat menyenangkan. Apalagi kalau perjalanan yang ditempuh melalui perkebunan tebu. Pada dasarnya sebuah perjalanan wisata dilakukan untuk membuat pikiran menjadi segar setelah menjalani berbagai rutinitas yang menjemukan. 

Itu sebabnya wisata harus bisa menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan. Berkeliling dan berhenti sejenak di sebuah tempat untuk menikmati jajanan pasar serta minuman tradisional, bisa menjadi sebuah cara yang efektif untuk memuaskan para wisatawan. 



3. Wisata edukasi tentang gula. 
Proses produksi di pabrik gula juga bisa menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan ini juga bisa dibuat lebih bermanfaat dengan disediakannya media yang bisa menjadi bahan belajar yang tidak terlupakan. Misalnya sebuah miniatur tentang produksi gula. Miniatur ini sekaligus bisa dijadikan souvenir. Miniatur ini tidak harus dibuat dari bahan yang mahal, namun bisa juga dibuat dari bahan yang murah dan sederhana. Contohnya adalah miniatur yang dibuat menjadi game seperti ular tangga. 

Falsafah gula yang manis yang berasal dari beberapa kali proses, bisa menjadi sebuah pendidikan karakter bagi para generasi muda di Indonesia. Tentu saja masih ada beberapa falsafah hidup yang bisa dipelajari dari proses produksi pabrik gula. Kegiatan ini bisa berlangsung selama berkeliling pabrik. Selain itu bisa juga dengan menyediakan media bagi para wisatawan untuk menuliskan kesan dan pesan yang nantinya bisa dibaca oleh para pengunjung lain. Media ini bisa saja berupa piring tanah yang bisa ditulisi dengan kapur warna-warni, sehingga masih tetap menonjolkan nilai tradisionalnya. 



MENCIPTAKAN SUASANA SEPERTI DI RUMAH SENDIRI 


Bangunan pabrik serta rumah dinas karyawan yang bergaya kolonial bisa menjadi asset tersendiri. Bangunan ini mempunyai pesona peninggalan sejarah yang bisa memikat para wisatawan untuk tinggal dan menginap beberapa saat. 

Sebuah wisata yang dibuat dengan konsep “seperti di rumah sendiri” tentunya akan lebih menarik. Tinggal di sebuah rumah dengan arsitek bergaya art deco dengan pemandangan pabrik gula dan aktifitas sehari-hari para karyawannya tentu akan menjadi sebuah hal yang ingin dinikmati oleh para wisatawan. Tentu saja ini harus didukung oleh pelayanan yang baik dan ketersedian logistik yang mudah bagi para tamu. 

MELIBATKAN MASYARAKAT SEKITAR 

Sebuah wisata tentu saja harus didukung dengan ketersediaan transportasi dan logistik yang memadai. Tempat yang mudah dicapai tentunya akan lebih menarik dibanding dengan tempat wisata yang sulit dicapai dengan kendaaraan umum. Keberadaan kendaraan umum ke tempat wisata sejarah Pabrik gula tentu saja bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. 

Ketersediaan logistik seperti makanan bagi para wisatawan juga sangat diperlukan. Terutama makanan tradisional, baik itu sebagai camilan maupun makanan utama. Selain itu oleh-oleh berupa makanan khas daerah juga bisa menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk menjadi penyedia. Sehingga ini bisa dijadikan sebagai usaha yang bisa meningkatkan pendapatan. 

Pembuatan souvenir khas Pabrik gula dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal tentunya bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat sekitar juga. Untuk kegiatan ini tentu saja pihak pabrik gula harus memberi dukungan diantara berupa pelatihan produksi serta bantuan permodalan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) 


PEMASARAN 

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan untuk mendukung pemasaran sebuah wisata sejarah. Bukan hanya bertujuan promosi saja, namun pemasaran juga bisa bersifat edukasi. Pemasaran edukasi ini nantinya bisa mendidik sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian yang tinggi. Sehingga kunjungan yang dilakukan bukan hanya bersifat individu, akan tetapi kemungkinan besar adalah berkelompok. 

1. Bekerjasama dengan Travel Agent. 
Pemasaran bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan travel agent melalui paket-paket wisata. Biasanya orang yang ingin berwisata lebih suka dengan hal-hal yang simple. Mereka ingin segala kebutuhan yang diperlukan dalam wisata mereka seperti tiket pesawat, hotel dan tour guide bisa tersedia di satu tempat. 

2. Promosi lewat Website. 
Menyediakan sebuah website adalah sebuah keharusan bagi sebuah industri pariwisata. Apalagi jika dalam website tersebut juga tersedia fasilitas reservasi yang mudah. 

3. Promosi lewat Media. 
Promosi ini bisa dilakukan oleh orang yang pernah berkunjung. Jika orang-orang yang telah berkunjung merasa puas, biasanya mereka akan menuliskan pengalaman wisata mereka dan mengirimnya ke media. Baik itu media cetak maupun media online bahkan media elektronik. Review pengunjung yang dimuat pada situs-situs wisata adalah sebuah rekomendasi yang paling efektif untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi. 

4. Membuat Buku. 
Sebuah buku yang berisi semua kisah tentang pabrik gula bisa menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Apalagi jika buku ini dijual bebas dan mudah diperoleh siapa saja dan dimana saja. Di halaman paling belakang bisa ditambahkan voucher potongan harga untuk sebuah paket kunjungan ke wisata sejarah pabrik gula. 

5. Pemasaran dari mulut ke mulut. 
Rasa puas yang dirasakan oleh para wisatawan ketika datang ke suatu tempat, secara otomatis akan menjadi sebuah promosi yang paling efektif. Para wisatawan biasanya akan menceritakan pengalamannya kepada rekan-rekan mereka dan merekomendasikan tempat tersebut sebagai tempat yang pantas untuk dikunjungi. Begitu juga dengan wisata sejarah di Pabrik gula ini. Oleh karena itu pelayanan yang baik serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung sangat diperlukan. 


Pustaka : 
http://www.ptpn10.com/Vpage.aspx?id=31 
http://www.tribunnews.com/2012/06/16/11-pabrik-gula-jadi-wisata-heritage 
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/89745/ptpn-x-kembangkan-wisata-sejarah-pabrik-gula 
http://www.bumn.go.id/ptpn10/publikasi/berita/gali-potensi-wisata-ptpn-x-kembangkan-wisata-sejarah-pabrik-gula/ 

Foto-foto 
www.antarajatim.com 
www.beritadaerah.com 
www.kabarbumn.com 
http://www.ptpn10.com 
www.businessreview.co.id

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Karya Tulis dan Penyiaran PTPN X