1.Pasar di Pinggir Rel Kereta 
Di beberapa rel kereta di Jakarta seringkali kita jumpai para pedagang yang menggelar dagangannya sangat dekat dengan rel kereta. Seperti misalnya yang terjadi di Pasar Gablok dekat Stasiun Senen. Awalnya ini hanyalah pasar kaget, tapi kemudian menjadi pasar tradisional yang banyak didatangi oleh penduduk sekitar. Pasar ini ternyata juga banyak ditiru oleh pedagang di sekitar stasiun lain. 

2.Tulisan di bak belakang truk. 
Biasanya yang ditulis disini adalah tentang kegalauan atau sindiran bagi para supir truk. Tapi belakangan ini tulisan yang ada di belakang bak truk lebih kreatif dan memancing tawa seperti misalnya “kejarlah daku pasti kau nabrak” 

3.Sambal 
 Menu yang satu ini variasinya sangat banyak. Bahkan setiap daerah di nusantara mempunyai ciri khas sambal sendiri-sendiri. Seperti misalnya sambal lado khas sumatera barat, sambal bawang khas Jawa. Selain itu masih ada sambel berdasarkan bahan tambahannya seperti tomat, sambal mangga, sambal kedondong, sambal nanas dan masih banyak lagi. Hidangan ini dimakan sebagai lauk yang menemani nasi sebagai makanan utama. 

4.Mudik. 
 Ini adalah acara pulang kampung untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga masing-masing. Acara ini dilakukan pada hari raya idul fitri. 

5.Cowong 
Ini merupakan ritual meminta hujan yang dilakukan oleh masyarakat daerah Banyumas Jawa Tengah. Cowong berarti wajah yang belepotan. Cowong adalah nama alat yang digunakan untuk ritual. Alat yang digunakan disini yaitu irus atau sendok sayur yang terbuat dari batok kelapa. Irus ini didandani dengan janur, ijuk serta digambari dengan kapur dan dikenakan baju. Cowong kemudian didiamkan untuk bertapa dibawah pohon pisang raja selama 7 hari 7 malam. Upacaranya sendiri dilakukan pada malam jum’at kliwon selama beberapa kali hingga hujan benar-benar turun. 

6.Sekaten. 
Acara ini merupakan peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w yang dilaksanakan di alun-alun kraton Surakarta dan Yogyakarta. Kegiatan ini awalnya dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwana I untuk menarik rakyatnya memeluk agama islam. Acara ini dimeriahkan dengan gamelan kraton yang dimainkan selama 7 hari berturut-turut. Acara puncak dalam sekaten adalah grebegan Muludan yaitu Gunungan berisi hasil bumi yang didoakan dan dibagikan kepada orang-orang yang datang pada acara tersebut. 

7.Karapan Sapi . 
Kalau di luar negeri sangat popular dengan balap kuda, maka hanya Indonesia yang punya adu balap sapi. Uniknya ini adalah balapan antara satu pasang (dua ekor) sapi yang dikendalikan oleh satu orang joki. Mereka beradu cepat untuk menembuh jarak 100 m dalam hitungan detik. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak abad 14 M. 

8.Kuburan batu di Toraja 
Kuburan ini terletak di batu karang besar yang dipahat dan dibuat lubang hingga membentuk ruangan seluas 3x4 m atau lebih. Pembuatan lubang ini akan memakan waktu selama 6-12 bulan. Luasan ruang yang dibuat ini disesuaikan dengan jumlah jenazah yang akan diletakkan di dalamnya. Kuburan batu tertua yang ada di Toraja adalah Songgi Patalo yang dibangun sekitar abad 16 M. Mayat dimasukkan kedalam lubang dengan menaiki tangga atau ditarik dengan tali. 

9.Tatung Singkawang. 
Tatung adalah orang yang dengan sengaja mau dimasuki oleh roh halus atau para dewa Cina. Acara ini hanya ada di Singkawang yaitu pada saat perayaan Cap Gomeh. Yang menjadi Tatung bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan, mereka berasal dari Klenteng di Singkawang dan sekitarnya seperti Sambas dan Pemangkat. Para Tatung akan berkeliling kota bersama dengan barongsai dan para pendukung acara lainnya. Setiap tahunnya Tatung yang mengikuti acara ini bisa mencapai 700 orang.