Pertama kali ke Aceh pasca Tsunami, seorang teman mengenalkan saya pada kenikmatan kopi Ulee Kareng. Saya bukan hanya berkesempatan menikmati kopi di warung kopi Solong sambil menikmati kudapan yang terhidang di meja. Tapi saya juga membawa beberapa bungkus kopi bubuk sebagai oleh-oleh ke Jakarta. 

Minum kopi sepertinya sudah menjadi budaya masyarakat Aceh untuk bersosialisasi. Di dalam warung kopi tersedia kursi plastik dan meja yang menghidangkan aneka kudapan khas Aceh. Para pelayan di warung kopi bekerja sangat cepat melayani para tamu 

Warung Kopi Solong 

Ada satu yang istimewa dalam sajian ini yaitu kudapan khas Aceh yang semua rasanya manis. Seperti asoe kaya (kue sarikaya), kue timpan, kue bolu dan ada juga martabak manis. Di warung kopi ini kita juga bisa menikmati mie Aceh. Kopi yang disajikan dalam gelas kecil rasanya sangat pas. Aroma kopinya sangat terasa dan tidak terlalu pahit. 

Kopi bubuk yang saya bawa adalah pemberian teman yang sebelumnya membawa saya ke pabrik pengolahan kopi. Di sana saya melihat kopi Robusta dan Arabica diolah secara tradisional. Mulai dari penyimpanan, penyangraian yang menggunakan kayu bakar dengan api sedang sampai pada penggilingan kopi. 
 Kopi Ulee Kareng

Di warung kopi itu saya mengamati bagaimana cara orang-orang di sana menyeduh kopi. Ada yang mencampur sedikit mentega pada saat membuat kopi Robusta. Selain itu ada juga yang menyeduh langsung kopi pada air yang dipanaskan. Larutan itu kemudian dituang ke dalam gelas sehingga ampas kopi tidak ikut dalam gelas. 

Cara lain yang dilakukan adalah menaruh kopi bubuk pada gelas kecil kemudian air yang sudah benar-benar mendidih dituangkan ke dalamnya. Setelah itu gelas ditutup dengan tatakan gelas berupa piring kecil hingga uapnya tidak keluar. Setelah tiga hingga lima menit barulah tutup dibuka dan kopi siap dinikmati. Dengan cara ini akan diperoleh rasa kopi yang sebenernya. 

Ketika sampai di Jakarta, berbekal kopi bubuk yang saya bawa dari Aceh, maka sayapun mencoba menciptakan kopi sendiri. Sedikit gangguan pada lambung membuat saya harus menambahkan susu ke dalam kopi. Untuk mendapatkan rasa manis yang berbeda, sayapun mencoba menggunakan caramel. Satu hal yang tidak hilang yaitu cita rasa dan aroma kopi Aceh yang sangat khas.
Kopi Susu Karamel 



Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Menulis I Love Aceh Story