Aspire E1-432
Aku bersyukur mempunyai pekerjaan yang seringkali mengharuskan aku melakukan perjalanan. Sebagai seorang konsultan pendidikan, ada waktu luang disela-sela kegiatan mengajar atau kunjungan ke sekolah. Waktu luang itu tentu saja bisa aku gunakan untuk mengunjungi tempat-tempat yang indah atau sekedar mencari kuliner khas daerah bahkan belajar sejarah.



Kunjungan yang aku lakukan bukan hanya di kota besar. Seringkali kunjungan itu justru di daerah terpencil. Baik itu di desa di gunung juga di pulau-pulau terpencil. Ada banyak sekali catatan perjalanan yang seharusnya bisa aku tulis. Sayangnya baru akhir-akhir ini aku berpikir dan memiliki waktu untuk membuat blog khusus untuk berbagi cerita melalui catatan perjalanan.

Ini semua karena memang keterbatasan waktu dan terutama karena keterbatasan alat pendukung. Membawa notebook ke desa tentu saja ribet. Selain notebooknya sendiri berat, kabel yang harus dibawa juga menambah berat. Notebook dan perlengkapannya yang berat inilah yang menjadi alasanku untuk tidak membawanya kemanapun aku pergi. 


Biasanya selama kunjungan aku seringkali didampingi oleh orang lokal. Sepanjang perjalanan atau di waktu makan biasanya kami seringkali mengobrol tentang daerah yang aku kunjungi.Hingga akhirnya hasil obrolan itu jika memang ada yang penting barulah aku tulis di dalam buku catatan. Sayangnya catatan itu seringkali tidak segera aku pindahkan ke dalam notebook. Bisa ditebak kan bagaimana nasib catatan itu? Ya , catatan itu seringkali terlupakan dan akhirnya tidak ada cerita perjalanan yang bisa aku tulis.

Saat terbaik menulis sebenarnya adalah ketika aku merasa nyaman menikmati keindahan alam. Gemericik air terjun di pegunungan seringkali memanggil-manggil agar aku menceritakan betapa setiap irama tetes airnya bisa membuat perasaan siapapun menjadi nyaman. Begitu juga dengan deburan ombak kecil di tepi pantai.



Semangat menuliskan alam tentu saja tidak bisa ditunda. Hasil terbaik adalah ketika menulis di lokasi yang kita ceritakan. Ide mengalir bagai air yang sulit untuk dihentikan. Kalau sudah begini tentunya diperlukan media menulis yang bisa bertahan lama.

Aspire E1-432 telah teruji daya tahan baterainya. Dilengkapi dengan baterai 4-cell kapasitas 2500mAh Aspire E1-432 mampu bertahan hingga 6 jam. Tentu saja ini sangat cocok aku gunakan untuk menulis sambil menikmati pesona alam. Apalagi dengan media penyimpanan hard disk SATA yang berukuran 500 GB, Aspire E1-432 Tentu saja mampu menyimpan foto-foto pendukung catatan perjalanan. 

Yang lebiih menyenangkan lagi adalah Aspire E1-432 tebalnya hanya sekitar 25,3 mm, jadi membawanya kemana pun tidak akan membuatku terasa berat. Dengan monitor LED 14” dan resolusi 1366 X 768 px, tentu saja Aspire E1-432 tidak akan membuatku sakit mata jika berlama-lama digunakan untuk menulis. 

Di jaman gadget yang kecil seperti ini tentu saja menulis di tempat umum dengan notebook membuat percaya diri berkurang drastis. Hari gini masih nulis pake notebook, apa kata dunia! Tapi jika menulis ditemani dengan notebook keren yang tipis, dijamin percaya diri akan bertambah. Gak ada alasan memang untuk menolak Aspire E1-432  yang tersedia dalam dua pilihan warna yaitu Piano Black dan Silky Silver. Apalagi ditambah kesan elegan dengan desain pattern bintang-bintang Starry Swirls yang ada pada casing dan keyboard.

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Dengan Tema  “Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”