Gambar : Zat Adiktif 
Sumber : artikelbiologi.com 

Yang dimaksud dengan zat adiktif adalah zat-zat yang jika dipakai atau dikonsumsi bisa menyebabkan ketergantungan (adiksi) yang sulit dihentikan. Zat adiktif ini mempunyai efek bagi pemakainya yaitu ingin menggunakannya secara terus menerus. Jika penggunaannya dihentikan maka akan menyebabkan ketagihan agar tubuh bisa berfungsi secara normal. 

Zat adiktif ini bisa berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis juga semi sintetis. Pemakaian zat adiktif ini akan menyebabkan penurunan pada kesadaran, mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit. Zat adiktif digolongkan dalam 3 jenis yaitu :

1. Stimulan 
Zat adiktif ini bisa merangsang sistem syaraf pusat sehingga proses metabolism dalam tubuh bisa dipercepat. 
Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah : kafein, kokain. 

2. Depresan 
Zat adiktif dari jenis ini bisa menyebabkan penggunanya tertidur karena kesadarannya pada dunia luar menurun. 
Contohnya antara lain : alcohol, obat penenang. 

3. Halusinogen 
Efek dari zat adiktif jenis ini akan menyebabkan halusinasi karena berpengarh langsung pada sistem syaraf. 
Beberapa zat adiktif jenis ini antara lain adalah : LSA , LSD. 

Zat Adiktif Bukan Narkotika-Psikotropika 

1. Rokok 
Rokok terbuat dari daun tembakau yang memiliki senyawa psiko-aktif yang dkenal dengan nikotin. Nikotin bekerja sebagai stimulan yang bisa meningkatkan kecepatan aktivitas otak. Bahkan efek ketergantungan pada nikotin lebih tingi dari heroin. 

Senyawa ini mampu mempengaruhi mental dan tingkah laku pemakainya. Karbondioksida (CO) yang dihasilkan oleh rokok mudah mengikat hemoglobin dan mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen. Selain nikotin, di dalam rokok juga terdapat PAH yang bisa menyebabkan kanker juga Tar dan Resin yang menyebabkan kesulitan bernafas. 

2. Alkohol 
Alkohol dihasilkan dari fermentasi berbagai jenis bahan yang mengandung gula tinggi seperti misalnya beras, gandum, singkong, anggur, apel dll. Dalam dunia medis, alcohol digunakan untuk mensterilkan peralatan kedoteran. Namun alcohol seringkali dikonsumsi oleh manusia karena memiliki efek menimbulkan rasa gembira dan menimbulkan rasa hangat dalam tubuh. 

Alkohol menyebabkan kecanduan, pengendalian diri menjadi turun, muka menjadi merah, gemetar, muntah, kejang dan sulit tidur. Bahkan jika overdosis akan menimbulkan rasa gelisah, perilaku yang kacau hingga seringnya bicara sendiri. Ini karena alcohol berpengaruh pada aktivitas susunan saraf pusat. Pemakaian terus menerus akan menyebakan kerusakan pada hati hingga kanker hati. Pencampuran alcohol dengan obat-obatan lain bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan tubuh hingga kematian.  
Ada 3 golongan alkohol yaitu ; 
Golongan A- memiliki kadar alcohol 1-5 %. Contoh : Bir. 
Golongan B- memiliki kadar alcohol 5-20 %. Contoh : Anggur 
Golongan C- memiliki kadar alcohol 20-50%. Contoh : vodka, wiskey. 

Zat Adiktif Narkotika – Psikotropika 

3. Ganja 
Ganja dibuat dari daun, bunga, biji serta ranting muda dari tanaman Canabis sativa dan merupakan zat adiktif golongan kanabionoid. Orang yang menyalah gunakan ganja terlihat seringkali gembira yang berlebihan hingga seringkali tertawa tanpa sebab, sulit tidur, sering berfantasi, mudah letih, dan kadangkala agresif. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan daya pikir menurun, deyut nadi dan napas tidak teratur hingga gangguan jiwa.  
4. Opiat 
Dikenal juga sebagai opium atau candu. Ini meruapakan narkotika alami yang biasa dipakai dengan cara dihisap. Konsumsi opiat bisa menimbulkan sensasi kesibukan hingga semangat, merasa pusing, sulit berfikir, sering mengantuk, nafas terasa berat, sulit buang air besar dan waktu berjalan lambat. Pemakaian berkepanjangan akan mengakibatkan masalah pada kulit terutama di sekitar mulut dan hidung. Penggunaan dengan dosis berlebihan bisa mengakibatkan kecanduan hingga kematian. 

5. Buprenofin 
Termasuk ke dalam jenis narkotika sintetis yang tidak menimbulkan efek sedatif kuat. Obat ini juga biasa digunakan dalam program penyembuhan bagi pengguna narkoba sebagai pengganti heroin. Buprenofin ini berthan dalam darah lebih lama daripada metadon. 

6. Methadone 
Disebut juga sebagai opioid karena merupakan opiat sintetis. Obat ini memiliki efek mirip heroin sehingga digunakan sebagai pengganti heroin bagi penyembuhan pengguna heroin. 

7. Morfin 
Merupakan hasil olahan dari opiat. Dipakai dengan cara disuntik pada bawah kulit hingg masuk ke dalam pembuluh darah. Efek dari morfin bisa menyebabkan euphoria, mual, kebingungan, gelisah, jantung berdebar bahkan pingsan. 

8. Kokain 
Merupakan ekstraksi dari daun koka yang digunakan sebagai obat bius. Kokain memilikiefek merangsang pusat jaringan otak. Ada 2 bentuk kokain yaitu asam (kokain hidrolika) dan kokain basa (free base). Pemakaian berlebihan bisa menyebabkan kematian. 

9. Putaw (Heroin) 
Heroin bereaksi lebih kuat daripada morfin karena sangat mudah menembus otak. Konsumsi heroin ini bisa menyebabkan denyut nadi melambat dan tekanan darah menurun, jantung berdebar-debar hingga otot-otot terasa lemas. 

10. Ekstasi 
NAma kimianya adalah Metil dioksi metamfetamin (MDMA). Dikenal juga dengan nama fabtasy pils atau inex. Dipasaran dijual dalam bentuk tablet, bubuk juga kapsul. Seringkali ekstasi yang ada dipasaran juga dicampur dengan obat-obatan jenis lainnya. Ekstasi ini bisa merusak otak dan mengganggu daya ingat hingga menyebabkan gangguan mental juga menyebabkan kerusakan pada jantung dan hati. 

Sumber : 
 Anonim, Masalah Narkotika, psikotropika dan obat-obatan berbahaya, Yayasan Mitra Bintibmas, 1999 
 Budi Suryatin, Sains Materi dan sifatnya , Jakarta, Grasindo , 2004 
 Yustinus Semiun OFM. Drs, Kesehatan Mental 2, Yogyakarta, Kanisius, 2006 
 Subagyo Partodihardjo, Kenali Narkoba &Musuhi Penyalahgunaannya, Jakarta, Esensi, 2000 
 jewettc.wikispaces.com 
 Wikipedia.org 
 indoganja.com 
 alleganyhealthdept.com 
 news-medical.net 
 www.who.int