Ketika memasuki ruangan besar dengan kapasitas lebih dari 2.500 orang di gedung Smesco yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya acara nampak sebuah panggung dengan tulisan besar. 


Pergelaran Seni Budaya. 
Anti Penyalahgunaan Narkoba. 
Bersama kita selamatkan pengguna narkoba.
Panggung yang diterangi lampu itu memang masih kosong, namun membaca tulisan dipanggung, yang kembali teringat adalah cara-cara para wali jaman dahulu dalam menyebarkan agama islam. Pendekatan lewat seni memang telah dilakukan sejak jaman dahulu dan telah terbukti secara nyat hasilnya. 

Kali ini pendekatan lewat seni pun dilakukan dalam rangka kampanye anti narkoba. Acara ini merupakan inisiasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementrian pemberdayaan perempuan serta Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Dalam acara ini juga dihadirkan para pelajar tingkat SMP dan SMU di wilayah DKI Jakarta oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Selain itu ada juga ibu-ibu PKK di DKI Jakarta. 

Pagelaran Seni Budaya ini berlangsung setelah acara dialog interaktif tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang menghadirkan nara sumber kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Drs. Anang Iskandar. Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu Ibu Linda Amalia Sari, Sip atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Linda Agum Gumelar. Selain itu juga ada bapak Basuki Iskandar yang merupakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). 



Acara Pergelaran Seni Budaya yang berlangsung pada hari Selasa tanggal 25 April ini menghadirkan atraksi drama musical yang dibawakan oleh anak-anak berprestasi dari Teater Tanah Air. Drama musical ini menyajikan cerita dengan tema tahun 2014 sebagai tahun Penyelamatan Bagi Pengguna Narkoba. Drama musical yang dibawakan dalam acara ini juga pernah di tampilkan di markas besar PBB di Jenewa. 

Teater tanah air sendiri merupakan sebuah bukti nyata yang menginspirasi bahwa hidup tanpa narkoba jauh lebih baik. Prestasi di ajang Internasional yang telah diraih oleh Teater Tanah Air seharusnya bisa mengisnpirasi para pelajar yang hadir pada acara ini. 

Beberapa prestasi dari Teater Tanah Air diantaranya adalah The Best Performance sekaligus meraih medali emas pada The Asia Pacific Festival of Children Theater di Jepang pada tahun 2004. Bahkan 19 medali emas juga diraih oleh Teater tanah Air pada festival anak-anak dunia ke-9 di Jerman. 

Prestasi terakhir yang patut diacungi jempol adalah berhasilnya Teater Tanah Air mempertahankan gelar The Best Performance pada Internasional Children Festival of Performing Art di New Dlehi India. Teater Tanah air juga pernah diundang secara langsung untuk tapil dalam rangka hari anak se dunia di markas besar PBB di Jenewa. 

Penampilan anak-anak Teater Tanah Air ini diawali dengan tingkah polah khas anak-anak. Dunia anak yang polos penuh dengan aktfitas bermain ditampilkan di sini. Nyanyian dengan irama gembira berhasil menarik perhatian para penonton yang ada di sini, mulai dari anak-anak hingga orang tua. 

Penggambaran pesan anti narkoba juga tergambar jelas di sini. Masih dengan aktifitas anak-anak yang bernyanyi, menari dan melakukan aktifitas menyusun puzzle. Potongan-potongan puzzle ini disusun hingga menghasilkan kalimat , “ 2014 tahun penyelamatan pengguna narkoba.” 

Pengedar narkoba di gambarkan dengan sosok antagonis yaitu seorang pria bertubuh gendut yang jahat. Pria gendut ini datang dan merusak susunan puzzle yang telah disusun oleh anak-anak. Bahkan pria ini berhasil membelenggu anak-anak dengan ikatan tali yang dibawanya. 



Namun dengan semangat persatuan, maka anak-anak itupun bisa membebaskan diri. Hingga akhirnya pria gendut itu pun melarikan diri. Dengan karakter yang baik pada anak-anak ini, mereka akhirnya tidak mengejar si pengedar narkoba, karena mereka yakin pria gendut itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya selama ini. 

Pesan yang ingin disampaikan dalam drama musical kali ini adalah bahwa bahaya serta ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba dapat diatasi dengan munculnya kesadaran masing-masing individu untuk melindungi dirinya serta lingkungannya. Penampilan yang penuh warna ini memang diharapkan bisa menyampaikan pesan anti penyalahgunaan narkoba dengan lebih menyentuh hati pemirsanya. 

Ada baiknya pendekatan melalui jalur seni ini juga digunakan dalam kampanye anti narkoba di berbagai kalangan ataupun komunitas. Baik itu di sekolah-sekolah, di kampung juga berbagai perkumpulan ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya. 



Pendekatan melalui jalur seni juga bisa dilakukan dengan musikalisasi puisi, pagelaran musik ataupun berbagai lomba seni bagi remaja. Ini penting dilakukan karena walaupun pengguna narkoba sebagian besar adalah orang-orang dewasa yang bekerja, namun pada kenyataannya mereka telah menyalah gunakan narkoba ini sejak remaja. Untuk itulah pendekatan pada remaja berupa sosialisasi harus banyak dilakukan. 

Bisa juga sosialisasi anti narkoba dilakukan dengan mendatangkan tokoh inspiratif dari kalangan seniman. Misalnya seniman mantan pengguna narkoba yang sudah sembuh dan sudah berhasil hidup normal. 

Pendekatan seni budaya lokal juga sangat bagus untuk dilakukan. Selain untuk memelihara tradisi budaya nusantara, juga untuk lebih mengena pada sasaran. Misalnya saja pesan anti narkoba dalam pergelaran seni wayang kulit bagi masyarakat Jawa Tengah, adegan kethoprak ataupun ludruk bagi masyarakat Jawa Timur. 

Intinya adalah potensi apapun yang ada dalam masyarakat apalagi itu potensi budaya lokal bisa djadikan sarana untuk mendukung Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Seperti harapan yang diungkapkan oleh kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs. Anang Iskandar.