Aku memang cuma perempuan biasa. Jadi kalau kamu ingin melihatku sebagai super woman maka kamu salah besar.Tadinya aku berharap kamu bisa menerimaku apa adanya. Karena aku juga menerimamu apa adanya.

Kita memang hidup dalam dua dunia yang berbeda, walaupun dalam naungan satu semesta yang sama. Aku berusaha mengerti duniamu, hingga aku hampir saja tertahan di sana. Kamu membuatku sangat nyaman di sana dengan segala cinta berbalut pesona duniamu yang mampu merasuk ke dalam sukma. Hingga akhirnya aku sadar kalau aku sudah terlalu jauh melangkah ke dalam duniamu dan merasa aku tidak bisa meninggalkan duniaku. Dan sekarang sudah saatnya aku kembali.

Aku mengerti kamu ingin melihatku sukses di duniamu, tapi sekali lagi aku ingatkan bahwa aku memasuki duniamu hanya untuk lebih mengerti dirimu. Seperti halnya aku juga mengajakmu memasuki duniaku. Itu agar kamu lebih mengerti diriku. 

Justru aku ingin melihatmu lebih sukses lagi di duniamu. Itu sebabnya aku banyak sekali memberi saran demi kemajuanmu. Tapi aku juga tidak tahu apakah saran itu berguna atau tidak untukmu. 

Aku hanya orang dari lain dunia yang mencoba melihat titik hitam di duniamu dan memecahkan teka-teki titik hitam itu agar bisa menjadi kunci sukses bagimu di duniamu. Yang aku inginkan adalah kamu bisa menjadi superman di duniamu.

Toh nyatanya kamu juga tidak bisa masuk terlalu dalam ke duniaku. Itu karena kamu memang sudah nyaman di duniamu. Aku pun tidak pernah memaksamu untuk memasuki duniaku lebih dalam lagi. Itu karena aku sangat mengerti dirimu, dan aku akan selalu mengerti dirimu sampai kapan pun itu. Jadi jangan berharap banyak dan kemudian marah padaku hanya karena aku tidak bisa memasuki duniamu lebih dalam lagi seperti yang kau inginkan. 

Aku memang punya impian menjadi super woman. Tapi itu di duniaku bukan di duniamu. Jika selama ini aku sudah menerima banyak hadiah ketika memasuki duniamu, maka itu aku anggap sebagai anugerah atas penghargaan duniamu padaku. Aku pun berterima kasih padamu untuk itu karena kamu selalu mendorongku untuk lebih maju di duniamu, bahkan tidak sedikit kamu berkorban untukku. Dan aku tahu itu. 

Aku punya rencana jangka panjang dan strategi yang jitu untuk bisa berjaya di puncak tertinggi. Tapi itu di duniaku. Bukan di duniamu. Namun sesibuk apapun aku di duniaku, aku masih menyempatkan diri untuk terus berinteraksi dengan duniamu. Aku tetap ingin menjadi mata batinmu yang bisa melihat titik hitam dalam dirimu. Itu karena titik hitam hanya bisa dilihat oleh orang lain yang bisa mengerti dirimu agar bisa berkata jujur padamu tentang apapun yang dilihat dalam titik hitam itu. 

Ada banyak orang yang menyanjung dirimu yang membuatmu akhirnya terbang melayang dan terlena. Aku memang tidak bisa menyanjung dirimu manakala aku melihat tidak ada sesuatu yang harus dikatakan hingga kemudian berbohong demi menyenangkan hatimu. Aku lebih suka mengatakan apa adanya padamu walaupun aku tahu itu akan menyakiti perasaanmu. 

Memang aku tidak pernah peduli apakah kamu akan marah atau tidak ketika aku mengatakan sebuah kebenaran padamu. Tapi nyatanya kamu lebih senang dengan sanjungan dari orang lain dari duniamu dari pada kebenaran dariku. Dan nyatanya kamu lebih senang bergaul dengan orang-orang dari duniamu daripada bergaul denganku. 

Kini aku sudah kembali berada di duniaku. Mencoba membayar semua hutang waktu yang telah lama aku pinjam untuk berkelana di duniamu. Tapi aku masih tetap terus berinteraksi dengan duniamu. Itu karena aku ingin selalu mengerti kamu. Aku selalu berharap kamu juga bisa mengerti aku suatu saat nanti dan kita tetap bisa berjaya di dunia kita masing-masing dengan saling mendukung satu sama lain.