Gambar : Shabu
Sumber : riaulive.com
Seringkali kita mendengar Badan Narkotika Nasional menangkap pengedar narkoba dan menyita barang bukti. Salah satu barang bukti yang paling sering ditemukan adalah dari jenis shabu. Seperti yang terjadi pada hari Senen tanggal 7 April 2014, Badan narkotika Nasional telah berhasil mengamankan shabu sebanyak 5 ember plastik di Pelabuhan Nusantara Pare-pare Sulawesi Selatan. Shabu ini dimasukkan ke dalam plastik sebanyak 5.670,1 gram sabu kristal. 

Masing-masing adalah 5 plastik teh berwarna hijau yang berisi 4.969,4 gram shabu dan 14 bungkus plastik bening yang berisi 700,7 gram shabu Hal ini tidak mengherankan karena shabu merupakan narkoba sintetis yang bisa diproduksi kapan saja. Berbeda halnya dengan narkoba jenis lain seperti misalnya ganja ataupun kokain yang ketersediaannya harus menyesuaikan dengan hasil panen dari tanaman ganja ataupun coca. 

Shabu pertama kali ditemukan di Jepang pada saat perang dunia. Pada saat itu shabu yang dikenal di dunia internasional sebagai Meth diberikan kepada serdadu agar bisa bertempur selama berhari-hari. Selain itu shabu yang dikonsumsi para serdadu itu juga bisa menghilangkan rasa takut ketika bertempur di medan perang. Serdadu yang mengkonsumsi Meth ini bukan saja serdadu Jepang, akan tetapi juga serdadu Jerman dan Rusia yang dikenal sebagai tentara merah. 

Tentang Shabu 

Shabu merupakan sebutan yang popular di Indonesia. Nama zat adiktif ini sebenarnya adalah methamphetamine (meth). Shabu dimasukkan kedalam golongan obat stimulant jenis Metamphetamine. Dengan demikian shabu masih satu derivate turunan dengan Amphetamine yang juga terkandung dalam pil ekstasi. 

Secara fisik shabu murni ini berbentuk butiran kristal putih mirip gula. Shabu yang seperti ini dikenal sebagai kristal meth. Ada lagi shabu yang bentuknya tablet. Shabu jenis ini biasanya dicampur dengan bahan lain seperti kafein. 

Shabu biasanya digunakan dengan cara : 
1. Ditelan 
2. Disuntikkan 
3. Dihirup asapnya 

Shabu merupakan narkoba yang paling berbahaya saat ini. Ini terbukti dengan penggunaan shabu sebanyak 0,25 gram memiliki efek 3,5 kali lebih kuat dibandingkan dengan kokain pada dosis yng sama. Dengan konsumsi shabu sebanyak ini maka pengguna akan merasakan efek psikologis dalam keadaan mabuk hingga 12 jam. 

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa orang menggunakan shabu: 
1. Tuntutan pekerjaan yang tinggi sehingga memerlukan sesuatu yang bisa meningkatkan stamina dalam bekerja sehingga bisa mendongkrak produktivitas. 
2. Efek dari shabu yang bisa menghilangkan rasa haus dan lapar menjadikan shabu sebagai pilihan bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan walaupun hasil yang dicapai tentu saja tidak akan ideal. 

Shabu atau Meth merupakan jenis narkoba yang paling cepat menyebarnya dan paling banyak di dunia dibanding jenis narkoba lainnya. Ini karena shabu bisa dengan mudah dibuat dan keberadaannya tidak tergantung dari hasil panen tanaman sebagai sumber produksinya seperti opium maupun kokain dan ganja. 

Dipasaran ada berbagai jenis shabu yang disamarkan sehingga bisa dikonsumsi oleh anak-anak. Seperti misalnya Strawberry Meth yaitu permen rasa strawberry yang mengandung shabu dalam bahan dasar pembutannya. Permen ini akan menimbulkan suara desis ketika berada di dalam mulut sebagai reaksi adanya shabu di dalam bahan yang dipakai dalam produksi permen jenis ini. Selain rasa strawberry sebenarnya permen yang mengandung shbau ini tersedia dalam berbagai rasa seperti coklat, kacang, jeruk, cola dll. 

Shabu merupakan jenis narkoba yang memiliki efek candu paling kuat. Ini terbukti dengan pemakai shabu yang telah direhabilitasi, 92% diantaranya masih mengkonsumsi shabu setelah perawatan. Sehingga diperlukan perjuangan yang sangat berat bagi mantan pengguna shabu untuk bisa lepas dari jeratan narkoba jenis ini. 

Beberapa alasan para pengguna narkoba lebih memilih shabu dibandingkan dengan narkoba jenis lainnya diantaranya adalah sebagai berikut: 
1. Dapat dinikmati dengan mudah yaitu dengan menggunakan alat hisap yang dikenal dengan bong. 
2. Pemakaianannya bisa disesuaikan, bisa dikonsumsi secara bersama-sama dengan sesama pengguna lain atau yang lebih dikenal dengan pesta sabu atau bisa juga digunakan sendirian. 
3. Untuk mendapatkan efek maksimal dari shabu, pengguna tidak perlu melakukan banyak gerakan seperti ketika menggunakan ekstasi. 

Bahan-Bahan Pembuat Shabu 

Sekitar tahun 1980 an Shabu atau Meth dibuat dengan menggunakan bahan dasar berupa obat flu yang mengandung Ephedrine serta kerabatnya yaitu Pseudiephedrine Hydrochloride. Efedrin akan melepas dopamine di dalam otak yang akan menimbulkan efek kenikmatan. 

Untuk menghasilkan shabu, Epedrine ini dibuat ekstrak dengan mencampur bahan lain yang penampakannya cukup mengerikan. Bahan-bahan tersebut diantaranya : 
Alkohol 
• Eter 
Gas yang sangat mudah terbakar ini biasanya dikemas pada kaleng semprot. Dalam dunia medis terutama bagi negara dunia ketiga, eter digunakan sebagai pembius sebelum pasien dioperasi karena memiliki efek hipnosis. 
Lithium 
Yaitu salah satu zat yang terdapat pada batu batere 
Ammonia 
Yang merupakan salah satu zat penyusun pupuk urea untuk tanaman 
Korek api 
Yang digunakan adalah fosfor merah yang terkandung pada bagian kepala korek api. Bahan ini kemudian dikombinasikan dengan yodium sehingga menjadi zat yang dikenal sebagai Hydriodic Asam. Hydriodic asam ini merupakan bahan baku dari methamphetamines atau shabu. 
Yodium 
Untuk menghasilkan 3 gram Meth diperlukan setidaknya 4 botol yodium. Padahal konsumsi yodium dalam jumlah yang besar bisa mempengaruhi fungsi tiroid karena bersifat racun yang berbahaya. 
Drano 
Drano merupakan zat yang berasal dari limbah rambut dan sampah yang bisa menyebabkan korosi pada pipa air. 
Minyak rem 
• Butana 
Merupakan cairan yang digunakan untuk memasak shabu. Cairan ini memiliki sifat mudah terbakar itu sebabnya seringkali ditemukan kasus pabrik shabu terbakar. 
Asam Klorida 
Secara alami, asam klorida merupakan bahan cairan pencernaan dalam usus manusia. Dalam dunia industri, asam klorida digunakan untuk menghilangkan karat pada baja. Asamklorida yang mengenai kulit akan menyebabkan kulit rusak bahkan hingga ke dalam daging. 
Sodium hidroksida 
Biasanya sodium hidroksida ini digunakan untuk membersihkan noda darah. Selain itu juga digunakan dalam menciptakan biodiesel juga aluminium etsa. 
Amonia anhidrat 

Namun kini PBB telah meminta untuk membatasi produksi ephedrine. Hal ini dilakukan terutama di negara Cina, India, juga Jerman. Bahkan di Amerika untuk mendapatkan obat flu dengan bahan yang mengandung ephedrine harus dengan resep dokter. 

Bahaya Shabu Bagi Tubuh Manusia 

Shabu memiliki efek yang sebenarnya hanya tipuan belaka. Di awal akan menyenangkan akan tetapi sebenernya akan merusak tubuh penggunanya. Berikut ini adalah yang dirasakan oleh para pengguna narkoba ketika mengkonsumsi shabu : 
• Merasa santai dan senang 
• Tidak merasakan cemas ataupun takut 
• Memiliki semangat yang tinggi 
• Memiliki rasa percaya diri yang tinggi 
• Kuat bekerja selama berjam-jam bahkan berhari-hari tanpa merasa lelah. 
• Meningkatnya libido 

Shabu ini sangat berbahaya bagi penggunanya karena sekali dikonsumsi maka dosis penggunaannya harus selalu ditingkatkan semnjadi semakin tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Berikut ini adalah bahaya shabu bagi penggunanya: 
• Menjadi ketergantungan 
• Menderita paranoid 
• Agresif yang berlebihan hingga menjadi gila. 
• Otak bekerja 6 kali lebih keras dari aktivitas normal. 
• Matinya sel saraf pada otak yang terlalu aktif melepaskan dopamine (kesenangan) sehingga pengguna lama kelamaan akan semakin sedikit merasakan kesenangan. Itu sebabnya dosis shabu akan terus meningkat. 
• Pemakaian shabu dosis tinggi menyebabkan otak tidak bekerja lagi sehingga pengguna akan mudah berhalusinasi. 
• Sering menggaruk badan bahkan menusuk-nusuk tubuh hingga luka karena merasa dikerubuti serangga akibat berhalusinasi. 
• Dalam keadaan mabuk pengguna shabu tidak makan dan minum sehingga pasokan air liur berkurang. Hal ini menyebabkan gigi dan gusi keropos. 
• Organ-organ vital seperti ginjal, paru-paru, lambung juga hati menjadi rusak. 
• Otak melemah dan mengakibatkan penampilan fisik terlihat menua dan wajah terlihat pucat. 
• Meningkatnya suhu tubuh sehingga pengguna menjadi demam yang sangat tinggi. 
• Penggunaan yang berlebihan bisa menyebabkan kejang hingga pendarahan otak bahkan meninggal dunia. 

Sumber : 
 Anonim, Masalah Narkotika, psikotropika dan obat-obatan berbahaya, Yayasan Mitra Bintibmas, 1999 
 Budi Suryatin, Sains Materi dan sifatnya , Jakarta, Grasindo , 2004 
 Yustinus Semiun OFM. Drs, Kesehatan Mental 2, Yogyakarta, Kanisius, 2006 
 Subagyo Partodihardjo, Kenali Narkoba &Musuhi Penyalahgunaannya, Jakarta, Esensi, 2000 
 jewettc.wikispaces.com 
 Wikipedia.org 
 indoganja.com 
 alleganyhealthdept.com 
 news-medical.net 
 www.who.int 
 Detik.com 
 dalimunthe.com 
 sains.kompas.com 
 humas BNN 
 unodc.org