Galeri anti Narkoba di Mall? 
Memang ada ya? 
Di mana itu? 

Tulisan ini tidak akan bercerita tentang galeri anti narkoba yang sudah ada di sebuah mall. Jadi jangan berharap menemukan jawaban atas ketiga pertanyaan diatas. Apa yang saya tulis di sini adalah sebuah idea tau lebih tepatnya adalah cerita saya yang sedang berandai-andai. Jadi judul yang tepat sebenarnya adalah “Seandainya Ada Galeri Anti Narkoba Di Mall. Tapi karena judul itu terlalu panjang maka cukup hanya saya beri judul seperti yang ada sekarang. 

Mengapa Perlu Ada Galeri Anti Narkoba? 


Saat ini ada 3 tipe pencegahan narkoba dalam standar Internasional, yaitu encegahan primer, sekunder dan tersier. Salah satu pencegahan yang saat ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional adalah Pencegahan Primer. Pada pencegahan primer ini dilakukan berbagai upaya pencegahan sejak dini agar orang tidak menyalahgunakan narkoba. 

Pada pencegahan tahap ini, ditekankan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari (Healthy lifestyle)bagi masyarakat terutama para pengguna narkoba. Dalam tahapan pencegahan ini, para pecandu narkoba yang baru saja memulai akan disadarkan agar tidak berlanjut menjadi adiksi yaitu dengan menjalani terapi maupun rehabilitasi. 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyadarkan akan bahaya narkoba bagi para pengguna narkoba tahap awal dan masyarakat umum yang belum tersentuh narkoba. Salah satu yang cara yang efektif adalah memberikan pengetahuan tentang pola hidup sehat agar terhindar dari narkoba ditempat-tempat yang disenangi oleh masyarakat. 

Saat ini mall merupakan tempat favorit bagi masyarakat perkotaan. Bahkan Mall sudah dianggap sebagai tujuan liburan utama bagi keluarga yang tinggal di kota-kota besar. Sementara itu bahaya narkoba telah mengintai masyarakat perkotaan dengan segala gaya hidup mereka yang rentan stress kemudian menggunakan narkoba sebagai solusi instan. 

Bahkan para remaja seringkali menghabiskan sebagian waktunya di mall untuk bersosialisasi atau rekreasi. Oleh karena itu dengan membuat galeri anti narkoba di mall maka bisa jadi ini adalah salah satu cara yang tepat untuk edukasi anti narkoba bagi masyarakat dari segala usia. 

Apa Itu Galeri Anti Narkoba?

Galeri anti narkoba merupakan sebuah tempat yang fungsinya sebagai edukasi khususnya bagi anak-anak dan remaja selama dalam perkembangan. Terutama bagi remaja yang berada pada masa kritis yang rentan pada penyalahgunaan narkoba yaitu pada masa-masa awal usia belasan. Di mana masa ini merupakan saat-saat transisi dari anak-anak menajdi remaja. 

Galeri anti narkoba adalah sebuah tempat yang ada di dalam mall yang dilengkapi oleh berbagai alat peraga. Di dalam alat peraga ini disajikan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan anti narkoba dengan cara yang menyenangkan. Alat peraga yang dimaksud bisa jadi adalah gadget yang berisi film, slide maupun game anti narkoba. 

Di dalam galeri anti narkoba juga ada sebuah ruangan besar. Di mana di dalam ruangan ini nantinya akan dipakai untuk diskusi berbagai kelompok, kampanye anti narkoba serta sharing berbagai komunitas. Di ruangan ini juga bisa dijadikan tempat penyuluhan narkoba yang berbentuk seni budaya. Misalnya melalui pagelaran monolog, puisi, macapat (Jawa), Pantun (Melayu) dan sejenisnya. 


Galeri anti narkoba ini mempunyai target populasi yang lebih luas dari berbagai kelompok umur dan komunitas yang ada dalam masyarakat perkotaaan. Galeri ini juga merupakan sarana komunikasi Badan Narkotika Nasional dengan masyarakat luas. Hal ini bisa terjadi melalui berbagai acara yang dilakukan di dalam galeri. 

Mengapa Harus Di Mall? 

Dalam Standar pencegahan narkoba berbasis ilmu pengetahuan, UNODC membagi target group berdasarkan umur menjadi kategori : 
1. Prenatal & Infancy (dalam kandungan) 
2. Early Childhood (usia 0-5 tahun) 
3. Middle Childhood (usia 6-10 tahun) 
4. Early adolescence (usia 11-14 tahun) 
5. Adolescemce (usia 15-19 tahun) 
6. Adulthood (usia 20-25 tahun ) 

Sementara itu ada 5 target group yang menjadi sasaran implementasi Standard Pencegahan Berbasis Ilmu Pengetahuan. Kelima target grup itu adalah : 
 1. Keluarga 
 2. Sekolah 
 3. Komunitas/ masyarakat 
 4. Sektor kesehatan 
 5. Tempat kerja 

Kita tahu bahwa semua yang masuk dalam target group baik itu berdasarkan umur maupun target group sebagai sasaran penerapan Standard Pencegahan Berbasis Ilmu Pengetahuan merupakan pengunjung mall. Setiap akhir pekan keluarga di perkotaan akan mengunjungi mall sekedar untuk berbelanja, makan bahkan bermain bagi anak-anak mereka. 

Jika kita lihat di siang hari, pada saat jam makan siang, maka sebagian besar pengunjung mall adalah para pekerja yang akan makan siang. Begitu juga ketika sore hari, ada banyak pekerja yang menghabiskan waktunya di mall untuk sekedar minum kopi dan ngobrol dengan teman kerja. Para pelajar dan mahasiswa seringkali datang ke mall untuk sekedar jalan-jalan seusai jam sekolah atau ketika pulang dari kampus. 

Oleh karena itulah adanya Galeri Anti Narkoba di Mall bisa menjadi sarana edukasi anti Narkoba yang efektif bagi semua target group dalam implementasi Standard Pencegahan Berbasis Ilmu Pengetahuan. Semoga suatu hari nanti aka nada Galeri Anti Narkoba di setiap Mall di Seluruh Indonesia.