Gambar : Ekstasi hasil temuan polisi 
Sumber : tempo.co 

Pada hari Senin tanggal 10 Maret 2014 kemaren Aparat Kepolisian Resor Meranti Riau berhasil menangkap dua pengedar sekaligus pemilik home industri ekstasi di Jalan Teuku Umar Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Kedua pengedar ini ditangkap di dua tempat yang berbeda. 

Ekstasi yang diproduksi di pabrik ini merupakan ekstasi palsu yang dicampur dengan tepung ubi. Produsen ekstasi ini berharap mendapat keuntungan yang lebih banyak setelah ekstasi palsu ini mereka edarkan di wilayah Riau dan sekitarnya. 

Dari penangkapan ini polisi akan terus menyelidiki keterlibatan jaringan internasional dalam kasus ekstasi ini. Tentu saja ini karena wilayah Kepulauan Meranti berada pada perbatasan antara Indonesia dan Malaysia sehingga sangat rentan menjadi alur transit pengedaran narkoba. 

Apa itu Ekstasi? 


Gambar : Ekstasi 
Sumber : jurnalmetro.com 

Ekstasi termasuk ke dalam Psikotropika atau obat keras yang juga dikenal dengan nama MDMA (3,4-methylenedioxy-N-methylamphetamine). Struktur kimia dari MDMA atau ekstasi ini memiliki pengaruh halusinogen Ekstasi merupakan ectactogen psychedelic semisintetik yang memiliki efek lebih ringan dibanding dengan narkotika sejenis. 

Ekstasi yang diproduksi secara illegal dibuat dalam bentuk tablet dengan warna yang berbeda beda serta desain yang berbeda-beda pula. Selain itu ekstasi juga diproduksi dalam bentuk bubuk juga kapsul. Sayangnya ekstasi yang diproduksi secara illegal ini tidak ada control. Hal ini memungkinkan dicampurnya ekstasi dnegan berbagai bahan-bahan berbahaya lainnya seperti ganja, kokain, Dolphin, Black heart, Gober, Circle K dan lain sebagainya. Di pasaran, ekstasi juga seringkali dikenal sebagai inex, I, kancing dll. 

Sebenarnya ekstasi merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai obat yang bisa membuat penggunanya menjadi sangat aktif atau ingin terus bergerak. Namun energy berlebihan yang dirasakan setelah mengkonsumsi ekstasi ini menyebabkan si pemakai akan banyak bergerak hingga mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan yang tinggi. Hal ini menyebabkan si pemakai akhirnya meminum banyak sekali air. Tidak jarang pengguna ekstasi ditemukan meninggal karena terlalu banyak minum air.

Pemakaian ekstasi identik dengan obat-obatan di klub-klub malam. Selain karena efek ekstasi yang bisa memberi tenaga ekstra, juga karena ekstasi bisa meningkatkan gairah seksual. Dalam dosis kecil, ekstasi juga digunakan untuk membantu meditasi ataupun psikoterapi agar lebih mudah diperoleh tingkat kenyamanan yang diinginkan. 

Apa yang terjadi setelah mengkonsumsi Ekstasi? 

Ada dua resiko bagi pengguna ekstasi yang bisa menyebabkan mereka berujung pada kematian yaitu : 

1. Kekurangan air (dehidrasi). 
2. Kebanyakan minum air 

Sedangkan efek yang seringkali ditimbulkan dalam tubuh pengguna ekstasi ntara lain : 
1. Rasa haus yang berlebihan 
2. Hiperaktif 
3. Halusinasi 
4. Diare 
5. Sakit kepala (pusing) 
6. Kedinginan hingga menggigil tanpa terkendali. 
7. Detak jantung menjadi sangat cepat 
8. Denyut nadi menjadi cepat 
9. Sering merasa mual hingga akhirnya mutah. 
10. Nafsu makan menghilang 
11. Gelisah 
12. Pucat dan berkeringat 
13. Mood mudah sekali berubah-ubah. 
14. Pandangan menjadi kabur 
15. Kram otot 
16. Konsumsi jangka panjang akan menyebabkan : 

  • Kecanduan 
  • Gangguan pada syaraf otak 
  • Gangguan pada lever 
  • Tulang dan gigi cepat mengeropos. 

Ekstasi merupakan obat-obatan yang kerjanya menekan susunan syaraf otak serta system saraf pusat. Ini sebabnya Ekstasi seringkali digunakan untuk meningkatkan konsentrasi dan aktivitas mental dan disik. Berdasarkan cara kerjanya, ekstasi ini seringkali disebut sebagai pil cinta karena menyebabkan perilaku seseorang seperti sedang jatuh cinta. 

Hal ini bisa terjadi karena ekstasi merupakan stimulant atau pembangkit rasa bahagia yang berlebihan sehingga menyebabkan jantung berdebar-debar. Efek lain yang ditimbulkan adalah susah tidur dan menjadi gelisah juga nafsu makan berkurang. Hingga akhirnya kelainan fisik yang bisa dilihat adalah pupil pada mata menjadi melebar. 

Efek dari ekstasi bisa langsung dirasakan oleh penggunanya dalam jangka waktu kurang dari 1 jam setelah mengkonsumsi dengan dosis tunggal. Ekstasi mengandug stimulant yang bisa dengan cepat diserap oleh aliran darah dalam tubuh manusia. Namun efek yang ditimbulkan oleh ekstasi bagi tubuh adalah merusak. 

Jadi tidak heran setelah 1 jam mengkonsumsi ekstasi maka kita akan melihat orang tersebut merasa bahagia dan bisa berjoget dalam jangka waktu lama di klub-klub malam. Namun setelah beberapa jam mengkonsumsi ekstasi selama beberapa jam maka pemakainya bisa mengalami penurunan kemampuan mental dan mempengaruhi memori selama seminggu. Hal ini sangat berbahaya jika si pengguna kemudian melakukan aktifitas seperti menyetir mobil misalnya. 

Setelah mengkonsumsi ekstasi, biasanya selama seminggu pengguna akan mengalami gangguan emosional. Seperti mudah marah, gelisah, cemas, sedih, depresi, gangguan tidur, nafsu makan berkurang dan tidak bisa menikmati seks. Jika mengalami overdosis maka pengguna akan mengalami gejala tekanan darah tinggi, pingsan, panik yang berlebihan, kehilangan kesadaran bahkan kejang-kejang. 

Bagaimana mencegah agar terhindar dari mengkonsumsi Ekstasi? 

Tanpa kita sadari bisa jadi seseorang akan membujuk bahkan memberikan ekstasi tanpa kita sadari. Oleh karena itu perlu kiranya kita berhati untuk mencegah dan terhindar sebagai pengguna ekstasi. Berikut ini hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai langkah pencegahan : 

  • Jangan pernah sekali-kali memiliki keinginan untuk mencoba apapun itu alasannya, apalagi kalau cuma buat iseng dan menunjukkan kesombongan diri karena sudah pernah merasakan obat haram ini. 
  • Jika kamu adalah remaja, maka akan lebih aman jika bepergian ditemani oleh orang tua atau saudara. 
  • Jangan pernah meninggalkan makanan atau minuman ditempat-tempat pesta walaupun itu hanya sesaat. 
  • Jangan pula menerima makanan ataupun minuman dari orang yang tidak kamu kenal. 
  • Jika kamu sedang berkendara, baik itu mengendarai sepeda motor ataupun mobil, jangan sembarangan menerima tumpangan dari orang yang terlihat mabuk. 
  • Hindari tempat-tempat yang kamu curiga sebagai tempat transaksi narkoba seperti klub malam dan sejenisnya. 


Sumber : 
 Anonim, Masalah Narkotika, psikotropika dan obat-obatan berbahaya, Yayasan Mitra Bintibmas, 1999 
 Budi Suryatin, Sains Materi dan sifatnya , Jakarta, Grasindo , 2004 
 Yustinus Semiun OFM. Drs, Kesehatan Mental 2, Yogyakarta, Kanisius, 2006 
 Subagyo Partodihardjo, Kenali Narkoba &Musuhi Penyalahgunaannya, Jakarta, Esensi, 2000 
 jewettc.wikispaces.com 
 Wikipedia.org 
 indoganja.com 
 alleganyhealthdept.com 
 news-medical.net 
 www.who.int 
 tempo.co