Indonesia sudah terkenal dengan candu dan penggunanya sejak jaman penjajahan Belanda dahulu. Pada saat itu pengguna candu baru sekitar 660 orang. Sejak saat itu hingga sekarang grafik pengguna narkoba selalu naik. Tidak pernah sekalipun turun. Hingga saat ini sudah mencapai 4 juta orang. Oleh karena itulah sekarang Badan Narkotika Nasional berjuang keras sepenuh tenaga untuk menurunkan grafik pengguna narkoba di Indonesia. 

Sudah bukan jamannya lagi memang melakukan kampanye anti narkoba dengan mengandalkan poster ataupum leaflet yang menyeramkan dan tidak tepat sasaran. Keberadaan Indonesia sebagai negara pengguna internet terbesar di Asia Tenggara tentunya bisa menjadi sarana potensial untuk mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Dalam rangka mewujudkan “Indonesia Bebas Narkoba pada Tahun 2015” maka peran serta bloger sangatlah diperlukan. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pencegahan, peberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), bloger bisa berperan sebagai : 
1. Penyebar informasi dengan menjadi narasumber atau penyuluh anti penyalahgunaan narkoba secara sukarela. 
2. Memberikan laporan seputar narkoba di Indonesia kepada Badan Narkotika Nasional untuk kemudian disampaikan oleh BNN kepada UNODC 

Efektifitas P4Gn melalui media internet 

Saat ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Bahkan Indonesia merupakan negara yang mempunyai pengguna internet paling besar di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil Survei Data Global Web Index, Indonesia merupakan negara dengan pengguna sosial media paling aktif di Asia yaitu sebanyak 79,7 %. Di urutan kedua adalah Filiphina dengan jumlah pengguna soasial media 78% diikuti oleh Malaysia 72% serta Cina 67%. 

Dari data statistik yang ada, perkembangan pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15% dari total populasi yang ada atau sekitar 38 juta orang lebih. Sedangkan waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pengguna internet di Indonesia setiap harinya di depan PC maupun laptop setiap harinya rata-rata selama 5 jam 30 menit. 

Sedangkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 telah mencapai 71,19 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 13 % jika dibanding pada tahun 2012 yaitu sebanyak 63 juta pengguna. Sedangkan peningkatan jumlah pengguna internet saat ini sesuai dengan MDGs akan mencapai jumlah 107 juta pada tahun 2014 dan 139 juta pengguna pada tahun 2015 nanti. 

Dengan demikian penyebaran informasi tentang bahaya narkoba atau pun informasi lain yang terkait dalam program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional akan lebih efektif jika dilakukan melalui media internet. Dalam hal ini peran blogger sebagai penyebar informasi maupun pemberi informasi bisa dilakukan secara efektif melalui blog yang merupakan media online yang dimiliki. 

Dalam jangka panjang akan semakin banyak pengguna internet di dunia maupun di Indonesia, oleh karena itu akan semakin banyak orang yang membaca tulisan para bloger yang diterbitkan pada blog saat ini maupun nanti. Dengan kekuatan banyaknya pengguna media sosial tentu saja akan sangat menguntungkan bagi peningkatan jumlah pembaca blog. Hal ini akan berimbas pada semakin meningkatnya jumlah informasi tentang bahaya narkoba yang bisa disebarkan untuk menyelamatkan bangsa ini. 

Bloger sebagai penyebar Informasi 

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bahaya narkoba. Bahkan apa saja jenis narkoba dan bagaimana bentuk narkoba mereka juga tidak tahu. Masyarakat juga tidak tahu jenis-jenis narkoba yang beredar dipasaran yang bisa saja akan mengecoh dan menjebak mereka. Hal ini karena kurangnya informasi yang mereka dapatkan tentang narkoba. 

Jangankan orang yang memberikan informasi, bahkan informasi seputar narkoba dan bahayanya masih sangat minim. Jika mau jujur, bahkan saya sendiri sempat kesulitan mencari bahan tulisan seputar bahaya narkoba yang akan disampaikan pada masyarakat. Minimnya informasi seputar bahaya narkoba ini bukan saja pada informasi yang berbentuk cetak. Bahkan informasi yang ada di Internet juga sangat minim. Kalaupun ada maka bahasa yang digunakan sebagian besar merupakan bahasa-bahasa medis dengan rangkaian kata yang cukup berat untuk dinalar oleh orang awam. 

Keberadaan bloger yang memiliki media online tentu saja bisa sangat membantu dalam memberikan informasi sepuar bahaya narkoba kepada masyarakat umum. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan cara penyampaian yang lebih ringan tentu saja informasi yang ditulis oleh bloger di blog miliknya ini bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat umum. 

Melalui tulisannya di blog, maka peran blogger sebagai Narasumber dan “Penyuluh” anti penyalahgunaan Narkoba secara sukarela sudah terlaksana. Memberikan penyuluhan toh tidak harus secara verbal dalam sebuah pertemuan tatap muka. Dengan tulisan tentang bahaya narkoba yang diposting di blog tentu saja penyampaian berbagai informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat luas akan lebih efektif. 

Melalui blog para bloger juga bisa memberikan contoh tentang bagaimana melaksanakan pola hidup sehat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tulisan tentang pengalaman pribadi maupun kisah inspiratif orang-orang sekitarnya yang melaksanakan pola hidup sehat dan membebaskan diri dari bahaya narkoba bisa menjadikan bloger sebagai penyuluh anti penyalahgunaan narkoba yang handal. 

Sebelum memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba tentu saja para blogger harus tahu banyak hal tentang bahaya narkoba. Dalam hal ini para blogger harus membekali dirinya dengan ilmu seputar bahaya narkoba. Dengan semikian para blogger bisa melakukan perannya sebagai “Role Model” dalam melaksanakan upaya P4GN. 

Berbekal pengetahuan seputar bahaya narkoba tentu saja para bloger akan bisa memiliki keyakinan untuk melaksanakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengalaman nyata inilah maka bloger akan bisa berbicara bahwa narkoba bukanlah solusi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Kalau jenis narkoba saja para bloger tidak tahu, bagaimana mereka akan bisa memberi keyakinan kepada pembaca tulisannya bahwa narkoba itu berbahaya? 

Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis ilmu pengetahuan, maka pengetahuan bloger tentang narkoba juga perlu diperdalam. Hal ini berkaitan dengan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan bloger, sehingga perlu banyak mempelajari narkoba dan bahayanya. Dengan demikian bloger bisa memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. 

Memang bloger bukan ahlinya dalam hal narkoba, tapi semakin banyak pengetahuan tentang narkoba yang dimiliki oleh bloger akan menjadi nilai plus bagi setiap tulisannya yang akan menarik pembaca. Pengetahuan bloger akan bahaya narkoba tentu saja juga akan berpengaruh pada pesan yang disampaikan. Dalam hal ini pesan utama yang harus disampaikan adalah pengaruh negatif narkoba terhadap masa depan pengguna juga keluarganya. 

Selain itu yang harus dipahami adalah bloger harus bisa menyampaikan informasi melalui tulisannya bahwa pengguna narkoba akan menyusahkan orang tua maupun keluarganya. Penting juga untuk disampaikan dalam tulisan para bloger nantinya pemahaman bahwa narkoba tidak hanya akan merusak dan menghancurkan diri sendiri. Lebih dari itu narkoba juga akan menimbulkan kejahatan di lingkungan sekitarnya seperti kekerasan, pencurian, pemerkosaan, perampokan dll. 

Masih seputar peran bloger sebagai pemberi informasi, maka melalui tulisannya bloger diharapkan ikut mendorong para pecandu narkoba untuk melaporkan diri ke institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang berada di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah yang tersebar di 33 provinsi juga poliklinik BNN untuk memperoleh assesment dan mendapatkan rehabilitasi secara gratis. 

Ketidaktahuan masyarakat akan IPWL dan biaya gratis bagi pengguna yang direhabilitasi ini adalah PR bagi bloger untuk bisa memberikan informasi secara efektif melalui tulisannya. Oleh karena itu sebenarnya para bloger juga harus tahu lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan wajib lapor ini agar nantinya informasi yang diberikan pun bisa lebih banyak dan lebih meyakinkan. 

Semakin banyak pengetahuan bloger tentang hal-hal yang berkaitan dengan narkoba maka akan semakin banyak informasi yang bisa disebarkan oleh blogger melalui tulisan dan medianya yaitu blog. Semakin banyak ilmu tentang narkoba dan bahayanya yang dimiliki oleh bloger , maka akan semakin banyak informasi tentang bahaya narkoba yang bisa disampaikan kepada masyarakat luas melalui media online yang dimilikinya. 

Bloger Sebagai Pemberi Informasi 

Sejak tahun ini (2014) Indonesia sudah menjadi anggota United Nation Office on Drug and Crime (UNODC). Keanggotaan ini akan berlangsung selama 3 tahun yaitu hingga tahun 2017 nanti. Ada keuntungan yang bisa didapat Indonesia dengan menjadi anggota UNODC yaitu bisa mendapatkan hak suara. 

Melalui media online yang dimilikinya blogger bisa memberikan informasi kepada Badan Narkotika Nasional berkaitan dengan laporan seputar narkoba di Indonesia terutama di lingkungan sekitarnya kepada Badan Narkotika Nasional untuk kemudian dilanjutkan oleh BNN kepada UNODC. Selain itu blogger juga bisa memberikan ide atau masukan yang bermanfaat bagi upaya P4GN agar bisa berjalan dengan lebih efektif.