Ketika seseorang merasa diremehkan atau direndahkan, sebenarnya ia sedang dikuasai oleh kesombongan. Merasa diremehkan berarti merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain terutama orang yang telah meremehkannya. Padahal jika mau berkaca, sebenarnya ada banyak kekurangan yang kita miliki. 

Ketika seseorang merasa sakit hati, sebenarnya ia tidak mempunyai empati (mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain). Sakit hati akan muncul ketika kita merasa sebagai manusia suci sehingga tidak bisa memahami mengapa orang lain bisa melakukan hal yang menyakitkan hati. Padahal kita tidak pernah tahu suatu saat nanti siapa yang akan menyakiti siapa dan siapa yang akan membutuhkan siapa. 

Ketika seseorang menjadikan uang sebagai dasar dari sebuah persahabatan, maka ia akan menjadi budak uang bahkan tidak menyadari telah menggadaikan nama TUHAN demi uang untuk membeli persahabatan. Uang memang bukan segalanya , tapi segalanya memang memerlukan uang. Tapi bukan berarti uang bisa memperbudak kita sehingga kita bisa mengabaikan perasaan orang lain demi uang. 

Padahal jika kita tahu, porsi rejeki sudah diatur, jika memang kita hanya diberi 5, walaupun kita punya 9 maka yang 4 akan ada saja jalan hilangnya. Tapi jika kita memang diberi 10, walaupun saat ini kita tidak memegang satu pun maka 10 itu akan datang dengan sendirinya tanpa kita tahu dari mana asalnya.