Seringkali kita menganggap remeh ucapan terima kasih. Padahal dua kata itu bisa membuat hati orang yang mendengarnya akan menjadi sangat senang. Bahkan kesenangan hati itu bisa menjadi doa yang mujarab yang bisa membawa keberuntungan bagi kita sebagai orang yang mengucapkan "terima kasih" itu. 

Seringkali kita menganggap apa yang kita terima adalah hal sepele bahkan tidak terlihat karena bukan berupa materi. Padahal bagi yang memberinya hal itu adalah hal yang besar yang diberikan dengan pengorbanan yang tidak kecil. 

Ketika ucapan terima kasih tidak terucap dari mulut si penerima, maka bisa jadi orang yang memberi menjadi sakit hati. Sakit hati ini bisa saja mendatangkan doa yang buruk bagi orang yang telah menyepelekan ucapan terima kasih. 

Ada baiknya kita selalu membiasakan diri mengucapkan terima kasih. Bahkan pada hal yang kita anggap kecil sekalipun. Ucapan terima kasih bukan hanya untuk manusia. 

Ucapan terima kasih harus kita berikan sebanyak-banyaknya bagi Tuhan. Karena dengan ucapan terima kasih itulah kita telah bersyukur. Kita bersyukur karena telah diberikan kesehatan, coba bayangkan betapa menderitanya tubuh kita ketika sakit, dan berapa banyak waktu dan biaya yang harus kita keluarkan ketika sakit. 

Syukur bukan hanya soal ucapan di mulut. Syukur itu adalah soal rasa. Karena rasa tidak pernah bohong. Dengan berterima kasih berarti kita telah bersyukur. Semakin besar rasa syukur kita maka akan semakin besar anugerah yang akan kita terima. Begitu juga sebaliknya. 

Jika kita tidak pernah bersyukur maka apa yang kita miliki bisa saja itu akan diambil. Dan kita baru akan menyadari manakala apa yang kita miliki itu sudah tidak ada, bahwa betapa kita telah mendapat anugrah besar sebenarnya namun kesombongan diri telah membuat anugerah itu menjadi sia-sia. 

*Untuk sahabat yang tidak pernah bersyukur atas kehadiranku dalam kehidupannya.