Yang namanya manusia itu adalah makhluk sosial. Di mana satu sama lain mau tidak mau harus saling bekerja sama. Hanya saja yang seringkali terjadi dan tanpa kita sadari bahwa kerjasama yang kita lakukan itu bukannya mendatangkan manfaat tapi justru mendatangkan mudharat. 

Apalagi jika kerjasama itu ada hubungannya dengan uang. Dalam kerjasama yang terpenting adalah kedua belah pihak saling diuntungkan sehingga bisa membawa manfaat bagi semua pihak. Jika salah satunya dirugikan itu adalah kerjasama yang mudharat. 

Dalam kerjasama juga diperlukan kata sepakat di awal. Bahkan yang sangat diperlukan adalah kesepakatan yang tertulis. Jika dikemudian hari ditemukan perselisihan, maka bukti itulah yang akan menjadi pegangan untuk penyelesaian. 

Namun dari semua itu yang terpenting adalah keikhlasan dan keridho-an kedua belah pihak. Jika salah satu diantaranya ada yang tidak ridho dalam kerjasama tersebut, maka hal ini bisa saja menjadi doa buruk bagi pihak yang lainnya. Inilah yang dinamakan kerjasama yang mudharat. 

Tapi yang namanya rejeki itu memang sudah ada matematikanya sendiri. Jika kita sudah mengikhlaskan rejeki yang jalannya dari kerjasama mudharat, maka bisa saja rejeki itu akan datang lewat jalan lain melalui kerjasama yang manfaat. Jadi memang tidak ada gunanya membuang-buang energi negatif hanya untuk mempertahankan rejeki yang jalannya mungkin terlihat hanya lewat kerjasama yang mudharat.