Judul : King Suleiman 
Genre : Drama romantis 
Durasi : 1 jam 
Tayang di: ANTV Senen-Sabtu jam 21.30-22.30 

Film serial ini ditayangkan sejak 22 Desember 2014 di ANTV pada jam 21.30 WIB. Untuk episode perdana ANTV sengaja memanjakan pemirsa setianya dengan tayangan 2 jam tanpa jeda iklan. Untuk selanjutnya serial ini bisa kita nikmati setiap hari Senen-Sabtu selama satu jam sejak jam 21.30. 

Sebelum ditayangkan di Indonesia, serial ini sudah ditayangkan di 60 negara di dunia. Judul aslinya adalah Magnificent Century sedangkan judul dalam bahasa Turki adalah "Muhtesem Yuzyil. Serial ini mulai ditayangkan sejak tahun 2011 dan pernah menerima beberapa penghargaan di Turki seperti : 

  • Best Continuing Series dari Banff Television Festival 2012.
  • Best International Television Series dari Geneva Cinema Tout Ecran 2011. 

Seperti halnya serial pendahulunya dari India yaitu Mahabarata maupun Jodha Akbar, maka serial King Suleiman yang didatangkan dari Turki ini sengaja disajikan untuk menjadi favorit pemirsanya. Dalam film serial ini kita bisa menikmati pemerannya yang cantik-cantik dan keren-keren banget. Apalagi ceritanya diangkat dari sejarah Ottoman yang merupakan kerajaan islam yang besar di Turki. 

Film serial ini bukan saja menampilkan sosok King Suleiman sebagai seorang raja muda yang cerdas dan bijaksana. Dalam serial ini kita juga bisa menikmati romantisme cinta sejati yang dibalut dengan intrik perebutan kekuasaan. Walaupun dalam serial yang ditayangkan di Indonesia ini sudah banyak adegan yang dipotong, tapi aura romantismenya masih sangat terasa. Tentu saja aura romantisme ini masih dalam koridor “sopan” untuk Indonesia. 

Kehidupan budak dalam Harem King Suleiman juga digambarkan dengan sangat baik. Adegan yang ada dalam serial ini menggambarkan perlakuan yang manusiawi sekalipun itu terhadap budak. NIlai-nilai islami juga sangat ditonjolkan dalam serial ini seperti misalnya King Suleiman yang mengajak putranya, Mustafa, yang masih kecil ikut melaksanakan Sholat Jum’at bersama rakyat Ottoman. Begitu juga dengan contoh kepemimpinan King Suleiman yang sangat pro rakyat dan memegang teguh aturan dalam Al Qur’an. Seperti digambarkan dalam adegan ketika King Suleiman akan menjatuhkan hukuman mati pada salah satu pejabat negara yang korup. 

Kerennya lagi persentase adegan yang menggambarkan sejarah, drama dan adegan romantismenya seimbang sehingga kita tidak akan bosan. Dialog yang disampaikan di sini sangat cerdas dan tidak klise. Interior dalam setiap setting cerita cukup mewakili budaya Turki namun tidak berlebihan. Ceritanya cepat namun selalu membuat kita penasaran untu menantikan kelanjutannya. 

Selain King Suleiman, tokoh utama dalam cerita ini adalah Alexandra yang kemudian namanya diganti oleh King Suleiman menjadi Hurem. Ia adalah putri seorang imam di Ukraina. Setelah semua keluarganya mati dibunuh oleh tentara Tartar, Alexandra dijual sebagai budak hingga akhirnya ia menjadi budak di Harem King Suleiman. Gadis ini pun menjadi wanita yang dicintai King Suleiman bahkan melebihi cinta sang raja pada permaisurinya. 

Ini karena Alexandra bisa membuat King Suleiman tertawa bahagia hingga akhirnya King Suleiman memberinya nama Hurem. Bukan hanya itu, Hurem juga menjadi penasehat bahkan konselor King Suleiman karena kecerdasannya. Sosok Alexandra bisa jadi gambaran bahwa wanita yang cerdas tidak akan pernah bisa diperlakukan seenaknya oleh laki-laki. Karakter Alexandra yang pemberani juga bisa menginspirasi bagi setiap wanita bahwa keyakinan akan bisa mengalahkan apapun untuk akhirnya bisa mencapi cita-cita yang diinginkan. 

Masih banyak kisah-kisah King Suleiman dan Alexandra alias Hurem yang bisa kita saksikan dalam serial ini. Yang pasti kita juga harus bisa bijak dalam menyikapi hikmah dari pesan yang disampaikan dalam cerita ini.