Hari ini, Selasa 24 Pebruari 2015 bertempat di Wisma Tanah Air Jakarta Timur diadakan sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Masyarakat. Acara ini digelar oleg Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan menghadirkan dua narasumber yang kompeten. YAitu Prof. Paulina G.Padmohoedojo M.A, MPH dan deputi pencegahan BNN yaitu bapak DR. Antar Merau Tugus Sianturi, AK, MBA.  


Disampaikan oleh Prof. Paulina bahwa Indonesia sudah terkenal dengan candu dan penggunanya sejak jaman penjajahan Belanda dahulu. Hingga sekarang grafik pengguna narkoba selalu naik. Tidak pernah sekalipun turun. Hingga saat ini sudah mencapai 4 juta orang. Oleh karena itulah sekarang Badan Narkotika Nasional berjuang keras sepenuh tenaga untuk menurunkan grafik pengguna narkoba di Indonesia. 


Dalam kesempatan ini Deputi Pencegahan BNN menyampaikan bahwa sudah bukan jamannya lagi memang melakukan kampanye anti narkoba dengan mengandalkan poster ataupum leaflet yang menyeramkan dan tidak tepat sasaran. Keberadaan Indonesia sebagai negara pengguna internet terbesar di Asia Tenggara tentunya bisa menjadi sarana potensial untuk mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). 

Trend menempatkan pengguna di tempat rehabilitasi saat ini sebenarnya sudah menjadi trend dunia. Itu sebabnya Indonesia tidak boleh ketinggalan. Ini karena lembaga pemasyarakatan (Lapas) bukanlah tempat yang tepat bagi pengguna narkoba. Agar lapas tidak melebihi kapasitas maka tempat rehabilitasilah jalan keluar terbaiknya.