Keajaiban itu ada. Tapi keajaiban memang hanya milik siapapun yang mempercayainya. Ada kalanya kita lupa bahwa Tuhan itu ada. Padahal berbagai anjuran ibadah sudah dilakukan dengan benar. 

Tapi ketika dihadapkan pada sebuah masalah, kita selalu berpikir bagaimana jalan mengatasi masalah itu. Hasilnya adalah mengabaikan doa dan memperbesar usaha. Berpikir seolah keajaiban itu tidak pernah ada. Padahal sebenarnya urusan manusia hanyalah meminta dengan doa. Soal bagaimana jalannya terkabulnya doa itu adalah urusan Tuhan. 

Memang tidak dipungkiri bahwa manusia dikaruniai jiwa yang bisa merasakan gelisah dan ketakutan. Itu sebabnya segala anjuran ibadah memang harus kita lakukan untuk membuat jiwa kita menjadi tenang. 

Keajaiban akan mendatangi orang-orang yang berjiwa tenang. Ini karena pada jiwa yang tenang akan selalu percaya adanya keajaiban dan tahu bahwa Tuhan Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. 

Ini adalah kisah yang terjadi pada diriku. Kisah keajaiban yang baru saja terjadi. Sebuah kejadian terkabulnya doa bukan karena gigihnya usaha, tapi benar-benar dari kejadian yang ajaib. 

Sekitar 2 tahun yang lalu aku mendapat sebuah proyek yang aku kerjakan tanpa memikirkan bayaran. Dan memang akhirnya bayaran untuk proyek ini sangat minim. Tapi berarapun besarnya rupiah yang aku terima memang harus disyukuri bukan? 

Minimnya rupiah yang aku terima dalam proyek ini karena ada beberapa orang yang tiba-tiba menyerobot dan mengambil sebagian besar dari nilai proyek tersebut. Hal ini berlangsung selama dua tahun. Dan aku tetap menerima apa adanya. 

Niatnya cuma untuk kemanfaatan banyak orang. Karena menurutku, jika kita melakukan sesuatu untuk kemanfaatan banyak orang maka Tuhan akan membayar kita, entah dari mana itu sumbernya. Walaupun akhirnya setelah dua tahun proyek itu berhenti begitu saja tanpa penjelasan apapun.

Tapi memang aku menyadari dalam menjalankan proyek tersebut ada satu orang yang aku kecewakan. Seseorang yang telah membantuku dengan tulus dan tiba-tiba aku ganti dengan orang lain. Dan beberapa hari ini aku sudah menyadari kesalahanku itu. Hingga akhirnya aku berniat untuk mengajaknya kembali jika ada keajaiban proyek ini aku dapat kembali.

Dan sebuah keajaiban pun terjadi. Tepat di hari Jum'at, berita kelanjutan proyek tersebut menjadi berkah tersendiri bagiku. Sebuah telpon dari kantor si pemberi proyek memintaku untuk datang ke kantornya. Transaksi pun terjadi. 

Aku mendapatkan proyek yang dulu pernah diambil oleh orang lain dariku. Bahkan kali ini nilainya sangat besar dan melebihi dari jumlah uang yang aku butuhkan. 

Sepulang dari kantor klien aku langsung ke rumah orang yang dulu pernah membantuku. Aku minta maaf dari hati yang paling dalam dan mengajaknya kembali membantuku dalam menangani proyek ini. Dan kamipun akan kembali berbagi ilmu kepada banyak orang bersama-sama. 

Keajaiban memang akan selalu datang jika kita mempercayainya. Dan kita tidak pernah tahu darimana datangnya jalan keajaiban itu.