Sudah jadi kebiasaan masyarakat Indonesia kalau sakit sedikit langsung minum obat. Anak panas minum obat. Batuk pilek sebentar langsung ke dokter dan akhirnya diberi obat. 

Padahal tidak semua penyakit harus diberi obat. Seperti batuk dan pilek juga panas contohnya. Batuk pilek itu adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru. Sedangkan panas merupakan imunisasi alami bagi tubuh. Jadi tanpa diberi obat pun kalau proses dalam tubuh sudah selesai maka penyakit jug akan hilang dengan sendirinya. Jadi tidak perlu obat bukan? 

Coba kita lihat kembali apa sebenarnya yang dinamakan dengan obat itu? Obat termasuk produk olahan biologi yang merupakan bahan atau panduan bahan, digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sitem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. 

Ada juga yang disebut dengan obat paten, obat generik serta obat bermerek. Nah sekarang coba kita lihat satu persatu ya apa yang dimaksud dengan ketiganya. 

1. Obat Paten 
ini adalah obat yang masih memiliki hak paten dan hanya dapat diproduksi oleh produsen pemegang hak paten. Jika masa paten sudah berakhir maka obat paten ini dapat diproduksi oleh produsen lain sebagai obat generik yang dapat diberi nama sesuai dengan zat berkhasiat yang dikandungnya atau yang dikenal dengan obat generik atau nama dagang yang dikenal dengan obat generik bermerek(branded generic) 

2. Obat Generik
Yaitu obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Obat generik ini harganya lebih terjangkau dengan mutu dan khasiat yang sama dengan obat bermerek (branded generic) 
Cantohnya adalah : parasetamol, amoxilin dll. 

3. Obat Bermerek 
Merupakan obat generik yang diedarkan menggunakan nama dagang dari produsen obat tersebut
contoh: panamol, amoksil 

Jadi kalau begitu kapan kita harus minum obat? Apakah setiap kali minum obat harus dengan resep dokter?

Jawabannya adalah bahwa selama ini memang tidak ada yang melarang minum obat ataupun membeli obat ketika kita sakit. Apalagi ada banyak sediaaan obat di warung untuk penyakit-penyakit ringan seperti obat penurun panas, obat flu juga obat sakit kepala. Tapi sebaiknya setiap obat harus dibeli berdasarkan dengan resep dokter. Ini penting karena kita harus menghindari antibiotik semaksimal mungkin. 

Lho kenapa memangnya? Bukankah setiap resep dokter juga selalu diberikan antibiotik untuk semua jenis penyakit? 

Jadi begini ya. Antibiotik itu adalah zat yang berguna untuk membunuh atau melemahkan makhluk hiudp berupa mikroorganisme (jasad renik) seperti bakteri, parasit maupun jamur yang ada dalam tubuh manusia. Hanya saja antibiotik ini tidak dapat membunuh virus karena virus memang bukan makhluk hidup. 

Jadi kalau sakitnya flu yang disebabkan oleh virus kemudian diberi antibiotik, maka bukan virusnya yang akan hilang tapi bakteri, parasit dan jamur yang ada dalam tubuh kita yang akan mati. padahal bisa jadi bakteri yang mati itu adalah bakteri-bakteri baik dan bermanfaat bagi tubuh. 

Sebenarnya sejak lahir manusia sudah diberikan sistem imunitas yang sangat baik oleh Tuhan. Jadi ketika diserang infeksi maka sistem imunitas dalam tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Ini karena infeksi yang disebabkan oleh virus hanya bisa diatasi dnegan meningkatkan sistem imunitas tubuh yaitu dengan jalan makan lebih baik lagi dan istirahat yang cukup. 

Jadi kalau sakit flu obat yang paling manjur adalah makan banyak dan tidur banyak. Bukan diberi antibiotik lho ya. Kalau diberi antibiotik maka bakteri baik akan mati sehingga imunitas tubuh akan turun dan tubuh kita akan lebih mudah terserang penyakit. 

Selain flu, beberpa penyakit lain yang disebabkan oleh virus seperti : panas, bronkitis, infeksi tenggorokan, infeksi telinga dan sejenisnya tidak memerlukan antibiotik. Jadi mulai sekarang sebisa mungkin gunakan antibiotik dengan bijak. Dan jadilah Masyarakat yang Cerdas Menggunakan Obat.