Hari ini 19 Nopember 2015 sebenarnya adalah ulang tahun saya yang ke-..... (rahasia kalau yang ini ... hehhhee). Kebetulan di hari yang sama ini juga diperingati sebagai hari Toilet Sedunia. Dalam rangka memperingati hari toilet seduni ini maka Unicef kembali meluncurkan kampanye Tinju Tija fase kedua. 

Pada kampanye Tinju Tinja fase pertama yang dilakukan sejak setahun lalu, telah berhasil menurunkan angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Di mana tahun lalu angka BABS mencapai sekitar 54 juta penduduk, maka setelah setahun angka tersebut menjadi 51 juta penduduk Indonesia yang masih melakukan BABS. 

Pada talk show yang dgelar di Terrace Cafe Senayan ini dihadirkan pembicara yaitu : 


  • Mr. Aidan Cronin selaku Chief Water, Sanitation and Hygiene (WASH)
  • Mr. Michael Klaus selaku Chief Communication Officer
  • Lilik Trimaya yang merupakan Unicef WASH program Officer.
  • Eko Wiji Purwanto, SE, MPP Kasubdit Air Minum dan Air Limbah
  • Rafael, Digital Communication Officer Unicef
  • Dion Wiyoko (Selebriti)
  • Melanie Subono (Selebriti)


Sebelum talk show juga digelar wayang kulit yang menceritakan kerajaan Tokai yang rakyatnya banyak menderita diare. Kemudian timbul kesadaran untuk hidup bersih hingga nama kerajaan itu berubah menjadi kerajaan Nokai. 

Program Tinju Tinja yang diluncurkan oleh Unicef ini memberikan edukasi serta mengajak masyarakat untuk membahas isu BABS yang kurang mendapat perhatian khalayak ramai. Pada kenyataannya hingga kini masih ada lebih dari 51 juta penduduk Indonesia yang masih melakukan BABS. 

Indonesia sendiri menurut laporan WHO/Unicef di tahun 2015 merupakan negara peringkat ke-2 tertinggi di dunia  dalam hal BABS. Hal ini karena kesadaran masyarakat pada dampak buruk dari BABS itu sendiri masih sangat rendah. 

Setiap jam di Indonesia ada 15 -22 anak yang mati karena diare dan pneumonia. Padahal untuk mencegah hal ini sangat mudah yaitu melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Diantaranya adalah buang air besar pada tempatnya yaitu di MCK yang bersih dan layak.