Mendengar tema yang dibahas, sebenarnya aku kok merasa agak-agak gimana gitu. Tapi malah jadi penasaran. Mungkin ini juga yang dialami oleh sebagian orang yang tinggal di Indonesia, dimana yang namanya HIV AIDS itu dianggap sebagai hal yang tabu dan disebabkan karena pelanggarna norma susila.

Jadi akhirnya aku pun datang ke acara Gathering Blogger Perempuan yang diadakan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Nasional. Acara ini berlangsung di Hongkong Cafe Jakarta Pusat pada hari Jum'1t 291 Februari 2016 jam 11.30 s/d 15.00. Dalam acara ini hadir  ibu Dr. Fonny J Silvanus M.Kes, Deputi Sekretaris Bidang Koordinasi Program KPA Nasional .yang memberikan sambutan pembukaan.

Ada juga mbak Ayu Oktariani yang menjelaskan tetang pentingnya Informasi HIV sebagai alat pencegahan pada kelompok perempuan dan anak. Informasi mbak Ayu dilengkapi oleh Dr. Maya Trisiswati. Di sesi terakhir ada pak Syaiful Harahap dari TBC yang memberikan materi Jurnalisme Empati, yaitu panduan menulis bagi para citizen jurnalis dalam memberikan informasi tentang HIV AIDS.

Di acara ini saya jadi tahu kalau ternyata HIV dan AIDS itu berbeda. Kalau HIV itu adalah nama virus , jadi belum tentu orang HIV mengidap AIDS lho ya. Dan AIDS itu adalah orang yang sudah positif mengidap penyakit.

HIV (Human Immunodeficiency VIrus) merupakan virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh. Sehingga mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Kalau orang yang dalam darahnya ada virus HIV bisa saja kelihatannya sehat padahal dia butuh pengobatan. Virus ini bisa ditularkan pada orang lain melalui hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS ini disebabkan oleh infeksi virus HIV. kekebalan tubuh yang menurun ini bisa saja membuat orang tersebut mudah terserang penyakit lain seperti TBC, radang kulit, paru, saluran pencernaan, otak juga kanker.

Jadi kalau dari paparan dari Ibu Fonny, yang berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan triwulan Kesehatan Triwulan I tahun 2015, tercatat jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Maret 2015 sebanyak 167.350.

Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di :

  • DKI Jakarta (35.716), Jawa Timur (21.632)
  • Papua (18.147)
  • Jawa Barat (15.004)
  • Bali (10.750). 

Untuk jumlah kumulatif AIDS, tercatat sebanyak 66.835 orang. Persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (32,2%), 30-39 tahun (29,1%), 40-49 tahun (11,5%), 50-59 tahun (3,7%) dan 15-19 tahun (3,1%) dengan persentase komposisi 54% laki-laki, 30% perempuan serta 16% tidak melaporkan jenis kelamin.

Jumlah AIDS tertinggi tercatat pada Ibu Rumah Tangga sebanyak 8.633 orang. Sementara di kalangan anak sekolah/mahasiswa sebanyak 1.508 orang. Di kalangan bayi dan anak usia antara 0-5 tahun, terlapor sebanyak 1.418 anak mengidap AIDS. Data ini merupakan data kumulatif sejak tahun 1987 hingga Maret 2015. Adapun faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (63,5%), penasun (12,8%), perinatal (2,7%) dan homoseksual (2,5%).

Berikut ini adalah beberapa hal tentang HIV AIDS yang perlu kita ketahui :

  1. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIDS
  2. Belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi HIV
  3. Pengidap HIV merupakan pembawa virus yang akan menularkan penyakit ini seumur hidupnya.
  4. Biaya pengobatan AIDS itu mahal dan harus dilakukan seumur hidup
  5. Penyakit ADS menyebar melalui hubungan seks dan kontaminasi jarum suntik yang biasa dilakukan oleh para pengguna narkoba. 
  6. HIV tidak bisa ditularkan dengan cara berpelukan, jabat tangan, pemakaian toilet bersama, berenang di kolam renang, gigitan nyamuk, membuang ingus, batuk, meludah maupun penggunaan piring secara bersamaan.