Dengan My JNE kita bisa tahu JNE terdekat . Ternyata agen JNE terdekat cuma lima langkah dari rumah. Jadi selama ini aku kemana aja, kok baru tahu sekarang? 

Gak tahu kenapa aku itu orangnya lebih tertarik sama yang ada di depan mata. Jadi yang terlihat itu akan disegerakan dari pada yang tidak terlihat........ (bingung ya sama kalimatnya? Ya begitulah kira-kira diriku, sukanya muter-muter dulu padahal tujuannya sudah ada di depan mata).

Jadi ceritanya kemaren itu di telpon sama adminnya penerbit. Ini bukan untuk yang pertama kalinya, sudah sering banget. Jadi sudah bisa nebak pasti si mbak admin ini nagih hutang. Ya begitulah kira-kira aku ini penulis yang paling sering punya hutang dokumen. Walaupun menurut para penulis itu yang namanya surat perjanjian penerbitan itu sangat penting karena tanpa dokumen ini, royalti tidak akan cair, tapi nyatanya tidak begitu dengan diriku. 

Setelah beberapa bulan surat penerbitan itu sampai, aku tidak segera mengirimnya kembali. Padahal surat sudah ditanda-tangani dan sudah dimasukkan dalam amplop malahan. Sampai nantinya si mbak admin dari penerbit nelpon untuk segera mengirim. Seringkali juga tidak cuma sekali atau dua kali si mbak admin ini nelpon. Tapi sampai lebih dari tiga kali . 

Jadi sebenernya yang kebangetan itu siapa?.... Ya aku ngaku deh kalau aku memang yang kebangetan. Tapi sebenernya sudah niat kuat lho mau ngirim dokumen penting ini. Hanya saja karena tempat ngirimnya lumayan jauh dari rumah, jadi harus naik bajaj atau ojek kalau ke sana, belum lagi jam bukanya yang hanya sampai jam 3 sore. Padahal kan kalau jam kerja aku lagi enak-enaknya nulis, kalau harus dipotong sama acara lain , pasti moodnya akan berubah.


Tapi kalau boleh jujur, aku itu orangnya memang suka menghitung dengan rumit. Bukan karena pelit tapi buatku yang namanya ngirit itu perlu dong. Jadi alasan lain adalah ongkos (naik bajaj/ ojek) ke kantor pengiriman jauh lebih mahal daripada biaya pengiriman itu sendiri. Karena alasan ini, aku biasanya hanya akan pergi ke kantor pengiriman ketika aku ada acara pergi keluar rumah, jadi sambil lewat dan ongkos ke kantor pengiriman itu bisa diabaikan. 

Ada sih yang bilang, " ke JNE saja."
Tapi ada juga yang bilang , "JNE itu mahal".

Nah karena ada yang bilang mahal itulah aku jadi ragu dan selama ini memang belum pernah mengirim lewat JNE. Tapi kemaren itu lihat cerita teman-teman lewat blog tentang aplikasi My JNE yang bisa dibuat untuk melihat tarif, maka tergodalah diriku untuk mencoba. 

Jadilah aku melakukan langkah-langkah berikut ini :



1. Download aplikasi MY JNE

Tinggal buka googlepaly store dan cari MY JNE. Terus ikuti proses pasang.
  1. Klik "PASANG". 
  2. Nanti akan ada konfirmasi, lalu klik "TERIMA"
  3. Tunggu proses download berlangsung. 
  4. Setelah aplikasi terpasang di gadget, maka kita bisa memulai dengan klik "BUKA". 
Catatan :Gadgetnya harus Android ya, kalau masih iOs mohon maaf, belum bisa. 

Nanti kalau sudah terpasang maka MY JNE akan memperkenalkan dirinya pada kita dan pelayanan apa saja yang ada padanya.  (Sopan banget ya MY JNE).
  1. "Mengirim semakin mudah dengan MY JNE" begitu MY JNE memperkenalkan diri. 
  2. My Shipment - cek status pengiriman sendiri dan pengiriman orang lain dengan lebih cepat. 
  3. My Tarif - cek tarif pengiriman JNE  seluruh Indonesia 
  4. My location - lokasi pengiriman JNE yang terdekat 
  5. My COD -  membuat order dari toko online-mu dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.
Di akhir perkenalan, maka JNE akan mengajak kita untuk mulai melakukan pengiriman. Jadi klik saja "LETS GO" untuk memulai segala kemudahan pengiriman dengan JNE. 


2. Sign Up (daftar) 

Sekarang saatnya kita daftar. Pendaftaran ini dengan menggunakan no HP dan alamat email. Kalau sudah mendaftar, maka kita akan mendapatkan email konfirmasi untuk aktifasi . Setelah diaktifkan, maka kita akan mendapat kabar baik dari MY JNE. Setelah itu barulah kita bisa menggunakan aplikasi My JNE ini.




3. Mulai melihat harga 

Karena aku belum melakukan pengiriman, maka aku akan menge-cek harga JNE. Benar gak sih apa yang orang-orang bilang, "JNE itu mahal?"

Karena tidak sabar sekaligus penasaran, jadilah aku menge-cek harga pengiriman Jakarta - Depok. Ini adalah tujuan kemana aku akan mengirim surat perjanjian penerbitanku.
  1. Tulis kota asal kiriman kita di kolom "From"
  2. Tulis juga kota tujuan kiriman di kolom "To".
  3. Klik "CHECK TARIF" 
  4. Nanti akan muncul tarif kiriman kita

Dan ternyata kiriman maksimal 1 kg (kalau surat perjanjian penerbitan sebenernya ikut yang pengiriman Reguler sih ) dari Jakarta ke Depok hanya Rp 9.000. Lama pengiriman 1-2 hari. Melihat kenyataan ini jelas kaget dong. Karena kenyataannya sekarang dengan berat kiriman separohnya saja, untuk kantor pengiriman yang selama ini aku pakai harganya jauh lebih mahal yaitu Rp 10.000 dan estimasi lama pengiriman yang lebih lama. Jadi sekarang gak boleh ya percaya sama kata orang, sebelum membuktikan sendiri kebenarannya. 

Dengan menge-cek tarif kita juga akan tahu dengan tujuan pengiriman yang kita inginkan, pelayanan apa saja yang bisa kita pilih.  Jadi divisi ekspres JNE akan melayani pengiriman paket dan dokumen dalam negeri melalui lebih dari 1.500 titik layanan eklusif. Pelayanan ini meliputi penjemputan hingga pengantaran yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berikut ini adalah service pengiriman dari JNE : 
  • Diplomat - ini adalah layanan untuk dokumen atau barang yang bernilai tinggi. Jadi kiriman ini akan diantar oleh petugas khusus dengan transportasi tercepat. Untuk layanan ini diberlakukan pengawasan ketat mulai dari penjemputan di lokasi pengirim, pengantaran sampai dengan serah terima kiriman. 
  • Super Speed (SS) - paket dan dokumen dikirim sesegera mungkin diluar jadwal rutin dan rute tetap JNE. 
  • Yakin Esok Sampai (YES) - ini adalah pengiriman premium yang bisa sampai pada keesokan harinya, termasuk hari Minggu dan libur Nasional. Kiriman ini hanya berlaku untuk kota tujuan yang memiliki penerbangan langsung. 
  • Reguler (REG) - layanan pengiriman ini akan sampai dalam waktu 2-3 hari. Tapi pada hari Sabtu dan Minggu tidak ada jadwal pengantaran. Jika tempat tujuan jauh dari agen utama maka waktu pengiriman bisa mencapai 7 hari. 
  • Ongkos Kirim Ekonomis (OKE) - layanan ini diperuntukan bagi konsumen yang ingin mengirim barang dengan ukuran besar atau berat. Lamanya pengiriman sama dengan reguler yaitu antara 2-3 hari.
4. Cari JNE terdekat 

Harga sudah tahu kalau lebih murah. Sekarang tinggal mencari di mana aku bisa mengirim dokumen. Dengan aplikasi My JNE, tinggal klik " JNE Nearby". Maka kita sudah bisa mendapat agen JNE terdekat. Tapi kok JNE terdekat yang bisa dilihat dari peta ini lumayan jauh ya, di sekitar Matraman.


"Ini sih gak ada bedanya sama kantor pengiriman yang biasa aku datangi." kataku sambil menggerutu.

Pas ngomong gitu tiba-tiba anak perempuanku menjawab, "di sebelah kan ada agen JNE, mah. Nyempil diantara tukang pulsa dan Alfa Midi."

Jadi selama ini aku ke mana saja sampai gak tahu ada agen JNE yang deket banget. Dan ternyata JNE terdekat cuma lima langkah dari rumah-ku. Memang sih tempatnya cuma kios kecil dan nyempil, papan JNE nya juga tertutup diantara bangunan dan papan Alfa Midi yang gede banget.

Tapi ini sudah malam, sudah jam 7 malam, Apa masih buka ya agennya? Aku pun mencoba datang ke sana. Kalaupun agennya sudah tutup aku toh bisa ke minimarket saja untuk berbelanja. Tapi ya, jujur aku belum pernah ke agen JNE ini.

Akhirnya dengan semangat 45 aku pergi ke sana. Ternyata kios kecil ini padet banget sama orang-orang yang mau kirim paket ataupun dokumen. Ada dua petugas berseragam JNE yang melayani konsumen di sana. Ada satu bapak tanpa seragam JNE yang ternyata adalah pemiliknya yang juga ikut melayani. Ada satu lagi petugas dengan seragam JNE yang sibuk mengangkat paket dalam karung ke dalam mobil JNE yang terparkir di pinggir jalan.


Beberapa saat kemudian tiba giliranku. Pelayanannya ramah. Iseng-iseng aku tanya, "jam berapa bukanya?"

"Dari jam 8 pagi sampai jam 3 pagi. Kadang malah kalau ramai, kita buka  24 jam." Jawaban si petugas JNE ini lumayan mengejutkanku. Jadi ternyata aku bisa mengirim apapun kapanpun di tempat yang dekat rumah. Cuma lima langkah tanpa nambah ongkos bajaj ataupun ojek.

5. Check kiriman 

Setelah kirim aku menerima resi bukti pengiriman. Kalau lihat di MY JNE harganya adalah Rp 9.000 untuk kiirman Reguler. Jadi harga di agen ini sama dengan harga yang ada di MY JNE. Ditambah lagi lebih irit karena aku gak harus nambah ongkos ojek atau bajaj untuk menuju agen.



Paginya aku nge-cek kiriman dengan membuka aplikasi MY JNE. Gak perlu ngetik nomor resi ternyata, begitu klik MY SHIPMENT sudah langsung terlihat riwayat kirimanku. Ini karena aku menggunakan nomor telpon yang sama antara no telpon untuk pendaftaran aplikasi maupun yang aku cantumkan di alamat pengirim.





Kalau mau lebih jelas bisa lihat tayangan berikut ini :


Jadi setelah mencoba aplikasi MY JNE , maka ini adalah pendapatku :
  1. Harga kiriman JNE terhitung murah menurutku, apalagi jika dibanding dengan jasa pengiriman lainnya. 
  2. Aku suka kirim lewat JNE karena agennya dekat rumah dan buka hampir 24 jam , jadi aku bisa mengirim kapan saja tanpa ada tambahan ongkos bajaj atau ojek menuju ke tempat pengiriman. Jadi aku bisa irit. 
  3. Pengiriman JNE cepat banget , karena tanggal 28 malem aku kirim dan dokumen sudah diterima di Depok keesokan harinya tanggal 29 pada pukul 16.00.
  4. Seharusnya agen yang kecil-kecil juga bisa dilihat melalui " JNE Nearby" . Jadi bisa memberikan rekomendasi JNE yang benar-benar dekat rumah si konsumen, karena ongkos dari rumah menuju agen JNE juga bisa jadi pertimbangan bagi calon konsumen untuk melakukan pengiriman melalui JNE atau tidak. 
  5. Dengan aplikasi MY JNE aku bisa menge-check kiriman dengan cepat dan mudah. Dengan no HP yang sama ketika mendaftar dan yang dicantumkan pada alamat pengirim, maka aku gak perlu repot-repot mengetik no. resi ketika melakukan pengecekan.
  6. Lebih baik lagi kalau dalam riwayat pengiriman ada nama si penerima. Jadi kalau misalnya ternyata kiriman belum sampai dan diterima oleh tetangga tapi lupa ngasih tahu, maka kita bisa segera mengetahuinya. 
Sebenarnya di aplikasi MY JNE ada My COD dan MY COD wallet. Tapi sayangnya ak belum pernah menggunakannya. Jadi aku belum bisa cerita, tapi nanti kalau aku punya kesempatan menggunakan dua layanan ini pasti aku akan cerita di sini juga. Tunggu ceritaku berikutnya ya. Salam