Saya itu boleh dibilang nasabah setianya BRI . Sudah menabung di BRI mulai jamannya Tabungan Nasional ( TABANAS ) yang buku tabungannya cuma selembar aja. Terus Simpedes dan akhirnya punya rekening BRITAMA yang kerenan dikit. Gak peduli dibilang orang kampungan dan gak keren, tapi yang jelas milih BRI karena kantor cabangnya ada deket rumah. Selain itu ada banyak cabang kalau pas ke daerah-daerah.

Tapi sayangnya masalah yang sering saya alami adalah jaringan offline. Kebayang kan kalau sudah antri panjang terus tiba-tiba pas mau dipanggil jaringannya offline. Lha timbang mau nabung aja kok ya susah ya. Tapi tetap saja setia sama BRI karena saya memang tipenya orang yang setia. Susah banget pindah ke lain hati.

Kalau saya sih cukup maklum dengan jaringan yang sering offline ini karena kantor cabang BRI yang banyak banget diseluruh INdonesia, jadi harus didukung oleh jaringan komunikasi yang baik. Untuk membuat jaringan komunikasi yang semakin baik inilah maka BRI memutuskan untuk memiliki satelit sendiri. Keren kan. Ya iyalah keren, karena BRI adalah satu-satunya bank di Indonesia bahkan di ASEAN yang memiliki satelit sendiri.


Bahkan tadi, pihak BRI sat menjelaskan kalau di atas Indonesia adalah wilayah orbit yang paling baik. Ada banyak sekali satelit yang berada di atas INdonesia. Sayangnya hanya ada 6 satelit saja yang dimiliki oleh Indonesia. Termasuk satelitnya BRI ini.

Sekarang yuku kita cari tahu lebih lanjut tentang apa itu satelitnya BRI yang diberi nama BRIsat. Jadi pada tahun 2013 BRI mulai mengeksplorasi kemungkinan untuk memiliki dan mengoperasikan sendiri satelitnya. Kok repot amat ya. Kenapa gak sewa satelit aja sih? Kan lebih murah dan lebih mudah. Gak usah mikirin perawatannya dan pengendaliannya juga.

Jadi karena pelayanan BRI ini sampai ke pelosok Indonesia, maka BRI menganggap kalau satelit adalah teknologi terbaik yang akan mampu mempersatukan nusantara dan membuka akses layanan perbankan bagi semua kalangan. Hingga akhirnya pada tanggal 28 April 2014 BRi resmi menandatangani kontrak proyek satelit BRI. Untuk manufaktur BRIsat ini dilaksanakan oleh Space System/Loral (SS/L) Amerika Serikat. Untuk jasa peluncurannya dilakukan oleh Airnespace Prancis. Di sini juga dilibatkan desain dan pengawasan dari tim BRIsat dan konsultan teknis dari Indonesia.

Untuk proses desai dan manufaktur BRIsat sampai jadwal peluncuran berlangsung selama 25 bulan atau kurang lebih 2 tahun. BRIsat didesain dengan kapasitas 45 transponder dan akan digunakan untuk layanan telekomunikasi perbankan. Ada 10 transponder lagi yang akan dimanfaatkan oleh pemerintah.

Proses peluncuran rencananya dilangsungkan di Kourou, Guyana Prancis pada tanggal 8 Juni 2016 waktu Kourou atau pada tanggal 9 dini hari WIB. Tapi karena alasan teknis dan cuaca yang tidak mendukung, maka peluncuran ditunda sampai Minggu dini hari.

Namun peluncuran kedua pada tanggal 16 ditunda kembali pada tanggal 17 waktu Kourou atau 18 Juni waktu Indonesia karena adanya gangguan koneksi di umbilical dengan bagian atas roket peluncur. Perbaikan pun memerlukan waktu sekitar 24 jam. BRIsat ini akan melakukan perjalanan untuk mencapai tujuan utama yaitu di orbit geostasioner di slot 150.5 E yang berada di langit Papua.

Setelah BRIsat berhasil diluncurkan dan berada di orbitnya, maka baru sekitar bulan Agustus nanti bisa digunakan secara optimal. Semoga dengan adanya BRIsat ini pelayanan BRI gak sering off line lagi ya dan bisa lancar.