Kalau sudah duduk lupa berdiri

Quote di atas tidak hanya berlaku pada orang-orang yang duduk di sofa empuk seperti di iklan Televisi. Tapi quote ini juga berlaku bagi para penulis seperti diriku. Bukan karena duduk di sofa empuk tapi karena asyik menerjemahkan imajinasi yang datang bertubi-tubi di kepala ke dalam tulisan yang ada di laptop.

Yang aku maksud disini sebagai  penulis itu bukan hanya penulis buku saja. Tapi blogger juga termasuk penulis. Ini karena aku selain menulis buku juga suka menulis di blog pribadi terutama tentang curhatan seperti saat ini. Nah kalau sudah menulis begini biasanya akan memakan waktu sampai berjam-jam.

Sambil nulis juga dibarengi sama ngemil dan minum kopi. Kalau sudah begini terus lupa deh sama aktifitas yang lain termasuk olah raga. Apalagi buat penulis perempuan yang kalau lagi haid biasanya nafsu makan jadi naik secara drastis. Belum lagi ditambah mikir tulisan, jadilah yang namanya makan bisa berkali -kali. Ditambah lagi kalau cuaca dingin seperti saat ini, bawaannya pasti lapar terus.

Tanpa disadari ini adalah gaya hidup sedentary yang sangat berbahaya. Ujung-ujungnya adalah berat badan yang bertambah dan penyakit tidak menular yang datang menyerang. Ini karena makan yang tidak terkontrol sedangkan aktifitas sangat sedikit.

Apa itu Sedentary? Sedentary merupakan gaya hidup di mana seseorang kurang dalam aktifitas fisik atau kurang gerak.

Sedentary bukan berarti tidak olahraga. Hanya saja segala aktifitas yang dilakukan di luar waktu tidur merupakan aktifitas yang sangat sedikit mengeluarkan energi karna dalam posisi duduk atau berbaring. Gaya hidup sedentary berbeda dengan gaya hidup tidak aktif, walaupun terkadang hampir sama jika dilihat. Dalam gaya hidup sedentary biasanya tetap dibarengi denga olah raga yang cukup dan teratur, hanya saja hanya sedikit sekali energi yang dikeluarkan. Sedangkan gaya hidup tidak aktif tidak melakukan olah raga yang cukup dan teratur

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2003-2004, selama 7,7 jam/hari dari total waktu di luar jam tidur dilakukan untuk aktivitas sedentary. Perempuan yang berumur kurang dari 30 tahu lebih banyak melakukan aktivitas sedentary dibandingkan laki-laki.

Sedangkan di Canada pada tahun 2012 - 2013 Seorang dewasa yang berusia 18-39 tahun akan menghabiskan 9 jam 36 menit melakuakn perilaku sedentary. Di usia 40 - 59 tahu akan menghabiskan 9 jam 49 menit dalam melakukan gaya hidup sedentary.

The Australian Diabetes, Obesity and Lifestyle Study pada tahun 2010 mengikuti 11 ribu populasi dewasa selama 6,5 tahun. Dan hasilnya adalah :
  • Ada hubungan bermakna antara lamanya awaktu menonton TV dengan tingkat kematian akibat penyakit kardiovasikuler. 
  • Setiap penambahan 1 jam menonton TV terjadi peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovasikuler sebanyak 18%
5 Gaya Hidup Sedentary yang berbahaya bagi penulis 


1. Duduk Lama 
Bisa jadi duduk adalah aktifitas utama seorang pnulis. Kalau pas lagi nulis ya duduk di depan laptop. Atau kadang kala duduk sambil baca buku. Kalau sudah begini pasti lupa waktu.  Padahal yang namanya duduk berlama -lama ini akan mengakibatkan : 
  • Penurunan penggunaan kelompok otot besar di tubuh 
  • Intake gula dan lemak turun 
  • Kadar gula dan kadar kolesterol tinggi 
  • Risiko kesehatan meningkat sehingga bisa menyebabkan penyakit diabetes, kardiovasikuler dan sindroma metabolik
Solusi yang biasa saya lakukan  :
Kalau duduk, setiap 1-2  sekali biasakan bangkit selama 5 menit sekedar untuk mengendurkan otot-otot. Jenuh juga kan kalau terus-terusan di depan laptop atau membaca buku.

2. Ngemil dan Makan Makanan Gak Jelas 
Nah kalau yang ini bisa membuat penulis lupa diri. Apalagi kalau mengejar deadline , bawaannya laper terus. Padahal tanpa disadari dengan ngemil gini maka kalori yang masuk akan sangat banyak. Belum lagi cemilan yang masuk belum tentu sehat. Ditambah lagi dengan makanan yang tidak bergizi seperti mie instan. Dengan kalori yang masuk dan keluar tidak seimbang gini maka yang akan terjadi adalah penumpukan kalori dalam tubuh. Tanpa disadari maka berat badan akan naik tentunya.

Solusi yang biasa saya lakukan:
ganti ngemil gak sehat dengan camilan berupa buah segar, dan makan dengan porsi sedikit, jadi walaupun sering tidak akan banyak kalori yang masuk. .

3. Malas Keluar Rumah

Kalau sudah di depan laptop rasanya awaktu berjalan sangat cepat. Mau ngapa-ngapain bawaannya males banget. Apalagi keluar rumah. Jadilah akhirnya kurang gerak. Padahal keluar rumah juga gak perlu jauh-jauh.

Solusi yang biasa saya lakukan :
Kalau aku biasanya pergi ke pasar pagi-pagi. Lumayanlah jalan kaki pulang pergi ke pasar dan berkeliling pasar bisa menguras energi juga sekaligus olah raga. Atau jalan-jalan sore sambil silaturahmi dengan tetangga yang agak jauh rumahnya juga bisa jadi pilihan dan siapa tahu bisa mendapatkan inspirasi baru. .

4. Jadwal Tidur Tidak Jelas

Yang namanya ide itu datangnya bisa kapan saja dan dimana saja. Semangat nulis dan deadline yang ketat seringkali membuat penulis lupa tidur. Ditambah lagi pekerjaan penulis adalah pekerjaan yang bebas. Jadi suka-suka si penulis sendiri mengatur waktunya. Malam bisa saja jadi siang dan begitu juga sebaliknya. Suka-suka dia lah pokoknya. Nah kalau sudah begini jam tidur jadi gak jelas, begitu juga lamanya tidur. Padahal kalau tidur kurang akan mengganggu kesehatan juga, kepala sering pusing dan rasanya gelisah terus. Kadang juga debar jantung menjadi lebih kencang.

Solusi yang biasa saya lakukan :
Membiasakan diri menulis di pagi hari sehingga malam bisa tidur dan proses detoksifikasi dalam tubuh bisa berlangsung dengan sempurna.
Kalau tidur malam kurang dari 8 jam, maka akan saya imbangi dengan tidur siang

5. Penikmat Kopi Sejati 

Kebanyakan penulis itu adalah penikmat kopi sejati. Ini karena kafein pada kopi bisa membantu mengganjal mata sehingga bisa berlama-lama bekerja dan membaca. Tapi sayangnya kebanyakan kopi akan membuat jantung berdebar.

Solusi yang sering saya lakukan :
Minum kopi maksimal hanya 2 kali sehari. Terkadang saya juga mengganti kopi dengan teh hijau.

Dosa Tambahan Penulis Setelah melakukan Gaya Hidup Sedentary

Kelima kebiasaan di atas membuat kehidupan penulis menjadi tidak sehat. Dan lebih parah lagi menjadi tidak peduli pada obesitas alias kegemukan yang tersu meningkat dan berbahaya bagi kesehatan. Bahkan nih ya ada lho yang bela-belain mengatasi obesitas ini dengan berbagai cara seperti :
  1. Minum obat pelangsing yang tanpa disadari bisa merusak ginjal kalau digunakan secara terus menerus tanpa pengawaan para ahli.
  2. Datang ke klinik pelangsingan dan setelah tidak kesana lagi maka badan akan gemuk lagi. 
  3. Diet gak jelas sampai akhirnya malah jatuh sakit 
  4. Tusuk jarum yang sakitnya minta ampun dan akhirnya berhenti setelah keluar biaya mahal
  5. Memakai krim pelangsing tapi setelah habis beberapa awadah tetap saja gak langsing-langsing juga. 
Nah setelah melakukan semua itu ternyata gak membantu mengatasi obesitas juga. 

Jadi bagaimana caranya kalau sudah terlanjut gemuk? Yuk Berkenalan Dengan Ahlinya penurunan berat badan yaitu Light House Indonesia 

Light House merupakan klinik penurunan berat badan yang sudah terpercaya dan teruji lebih dari 11 tahun 


Light House Indonesia boleh dibilang  sebagai pioneer klinik penurunan berat badan di Indonesia dengan program komprehensif. Program di Light house ini dilengkapi dengan pola makan yang mudah diikuti, terapi obat juga program simulasi yang menarik tentu saja dnegan pengawasan medis. Jadi program yang dilakukan di klinik Light House ini akan membantu klien dengan masalah kelebihan lemak dan nafsu makan yang tidak terkontrol untuk mencapai berat badan ideal juga meningkatkan kontrol diri. 

Sejak didirikan tahun 2004 klinik Light House sudah menangani lebih dari 26 ribu pasien. Pada tahun 2008 klinik Light House juga mengantongi sertifikat ISO 9001 dan hingga kini telah memiliki enam cabang yaitu di : 
  1. Kebayoran
  2. Cilancak
  3. Thamrin
  4. Sudirman
  5. BSD City 
  6. Kelapa Gading. 
Light House Indonesia juga didukung oleh dokter spesialis gizi, dokter spesialis olah raga, psikiater, psikolog, ahli gizi dan perawat. Lengkap bukan? Ada beberapa terapi pilihan dibawah pengawasan para dokter berpengalaman yaitu : 

1. Terapi obat 
Ini adalah terapi yang akan mempercepat proses dan membuat penurunan berat badan tidak menyiksa. Dalam terapi ini akan dilakukan evaluasi menyeluruh dari dokter sehingga pasien akan ramping lebih cepat dengan cara yang aman. 
Terapi ini terdiri dari tiga gelombang. Obat yang akan diberikan sesuai dengan dosis sehingga tidak akan ada efek samping setelah meminumnya.  

2. Mesoterapi
Merupakan terapi untuk menghilangkan lapisan lemak di dalam kulit. Di mana lemak akan hilang tanpa olahraga. Terapi ini akan mengurangi lingkar tubuh setempat dengan kombinasi berbagai obat homeoterapati dan menggunakan mesogun serta baby needle. 

3. Injex
Metode ini digunakan untuk membakar lemak di bagian dalam tubuh. Di sini dilakukan suntik ramping tanpa jarum. Tujuannya adalah meningkatkan metabolisme tubuh dan sangat cocok bagi klien yang gemuk dan berperut buncit. Juga bagi klien yang menginginkan penurunan berat badan lebih menyeluruh.

4. Mesophore-B
Ini akan mengurangi ukuran lingkar tubuh setempat dengan membuat lingkar tubuh menjadi ideal. Hampir sama dengan mesoterapi sehingga sangat cocok bagi klien yang takut jarum. Terapi ini menggunakan alat khusus dengan gelombang listrik untuk memperbesar pori-pori.

5. Radio Frequency
Terapi ini berguna untuk menghilangkan gelambir pada kulit. Dengan menstimulasi pertumbuhan kolagen dan elastin kulit juga memperbaiki permukaan kulit akibat strect mark dan bergelambir. Terapi ini cocok bagi perempuan yang baru saja mehirkan.

6. Tanam benang (thread lift)
Ini untuk mengatasi selulit, stretch mark dan kulit bergelambir. Tidak terlalu invasif tapi lebih efektif dari penggunaan krim. Terapi ini juga akan menstimulasi peredaran darah.