Apalah aku ini tanpa internet.

Mungkin ini pernyataan lebai badai. Tapi begitulah adanya. Sejak memutuskan bekerja di rumah, di situ ketergantungan pada internet mulai muncul. Ini terjadi sekitar tahun 2010, kurang lebih enam tahun yang lalu.

Masih teringat saat itu harus bolak balik ke warnet untuk mengirimkan pekerjaan. Seringnya ngantri dan nunggu pake lama saingan sama anak anak yang pada main game online. Belum lagi jaraknya lumayan jauh.

Dulu pernah ya, suatu siang ditelpon sama editor untuk kirim revisi segera. Terus siang siang tengah hari bolong harus jalan ke warnet yang jaraknya kurang lebih 1 km dari rumah. Sampai di sana warnet penuh dan harus ngantri. Pas sudah dapet giliran terus listrik mati, dan gak jelas kapan nyalanya. Lengkap sudah penderitaan, bukan?

Di situ jadi kepikir untuk punya jaringan internet sendiri di rumah. Hingga akhirnya terpasanglah internet di rumah yang harganya tidaklah murah. Belum lagi jaringan yang turun naik dan boleh dibilang lelet banget. Perlu kesabaran tingkat dewa pokoknya.

Hari demi hari berlalu dan akhirnya aku merasa perlu jaringan internet ketika berada di luar rumah. Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ketika berada di luar rumah. Belum lagi aku mulai nge blog dan perlu media yang bisa membantu menulis catatan dengan cepat.

Satu satunya yang jadi andalan adalah handphone. Sejak ada internet di handphone maka pekerjaan jadi lancar. Ngecek email gak perlu lagi nunggu sampai rumah dan buka laptop. Saat email terkirim, sudah ada notifikasi dan bisa langaung ngecek, jadi gak ketinggalan berita dan yang jelas rejeki jadi lancar.

Dulu pernah ya, waktu masih pake handphone jadul yang gak ada jaringan internetnya, lihat email cuma bisa dilakukan ketika sampai rumah. Padahal waktu itu aku lagi dalam perjalanan ke luar kota. Jadi baru sampai rumah tiga hari kemudian. Dan ternyata ada email yamg isinya harua konfirmasi pekerjaan dengan deadline sehari yang lalu. Tahu kan apa yang terjadi? Rejeki melayang.

Nah kalau sekarang handphone sudah canggih dengan jaringan internet yang Ok. Aku bisa kapan saja dan di mana saja bekerja. Aku bisa kirim naskah kwtika berada di Solo, Makasar bahkan Kupang. Tapi sayangnya seringkali jaringan internet juga gak menjangkau tempat tempat yang terpencil, seperti lembah ataun pantai.

Waktu itu aku pernah ke Lembah Bada, sebuah desa terpencil di pedalaman Sulawesi Tengah.Selama di sana jaringan internet boleh dibilang gak ada. Dan apa yang terjadi? Persaan gue galau melau tapi gak sampai kacau balau sih. Serasa gue berada di negeri antah berantah mana gitu. Gak bisa komunikasi sama temen temen dan gak bisa lihat perkembangan berita.


Saat itu jaringan internet di handphone memang masih 3G. Dan sekarang mau gak mau ganti dong dengan 4G. Dan kemaren itu sepanjang perjalanan dari Jogja ke Pacitan lewat Gunung Kidul, dimana harus mendaki gunung dan menuruni lembah, sinyal internet lancar terus. Jadi aku tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga, teman teman lewat WA, email , Facebook juga upload foto di Instagram.

Memang ya kalau mau pekerjaan lancar dan gak galau melau, maka jaringan internet itu penting. Makanya sekarang sudah gak jamannya lagi pake 3G. Jadi kalau kamu gak mau hidup kamu kacau balau maka pake internet 4G di handphone kamu ya.