Siapa bilang kalau ibu rumah tangga itu gak punya banyak waktu untuk menulis. Diantara rutinitas mengurus anak, merapikan rumah dan masak ternyata masih banyak waktu lho yang bisa digunakan untuk menulis. Apalagi kalau anak-anak sudah berusia di atas lima tahun. Jika si ibu bangun pagi hari, maka hanya perlu waktu tidak lebih dari 30 menit untuk menyiapkan sarapan pagi.

Setelah anak-anak berangkat sekolah si ibu masih bisa merapikan rumah sekaligus mencuci dan menyetrika pakaian. Ini hanya memerlukan waktu antara 1-2 jam. Setelah itu masih bisa ke pasar dan menyiapkan bahan untuk dimasak nanti siang. Ini memakan waktu sekitar 1 jam. Misalnya saja si ibu bangun pada pukul 4.30 pagi. Maka semua rutinitas itu akan selesai pada jam 8 -9 pagi.

Kegiatan mengurus rumah akan dimulai lagi pada jam 12 siang untuk menyiapkan makan siang dengan waktu memasak tidak lebih dari 30 menit karena bahan masakan sudah disiapkan pagi tadi. Jadi ada waktu luang sekitar 4 jam. Nah kalau kita menulis dan melakukan riset sekaligus, maka kita bisa lho mendapatkan sekurang-kurangnya 5-6 halaman A4. Yang berarti 1 cerita pendek untuk dikirim ke majalah.

Kalau kita terbiasa menulis maka akan bisa menulis dengan cepat. Ini bisa menghasilkan sekurang-kurangnya 1 bab buku dengan jumlah halaman 5-8 halaman. Nah kalau kita ingin membuat novel dengan ketebalan 120 halaman, maka dengan waktu 4 jam yang ada ini kita bisa menulis dalam jangka waktu (120/8 =) 15 hari.

Kalau kita seorang blogger, maka dengan waktu 4 jam tersebut bisa dihasilkan sekurang-kurangnya 1 postingan, dengan hitungan 1 jam untuk 1 postingan., dan 3 jam untuk menyiapkan foto, blogwalking dll.  Itu kalau kita hanya memanfaatkan waktu luang di siang hari saja. Hari sabtu dan minggu si ibu masih bisa menikmati hari libur bersama keluarga.

Sisa waktu masih bisa digunakan untuk kegiatan bersama anak-anak seperti nonton TV bareng, masak bareng ataupun ngobrol seputar kegiatan sehari-hari. Jadi masih banyak waktu menulis bukan? Walaupun ada banyak kesibukan sebagai ibu rumah tangga.
Untuk bisa jadi penulis produktif tentu saja alat utama yang harus dimiliki adalah Notebook. Tapi kalau cuma sekedar punya Notebook dan kemudian cuma jadi pajangan saja itu namanya mubazir. Berikut ini adalah 10 tips agar ibu rumah tangga bisa semakin produktif dan kreatif jadi penulis dengan notebook ASUS E202 yang memiliki 10 keistimewaan :
1. Memiliki dimensi 193 X 297 mm kurang lebih seukuran kertas A4 dan bobot hanya 1.21 kg. 
2. Menggunakan prosesor Intel hemat daya  yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, 
3. Memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya. Kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0 
4. Hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS 
5. Tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge.
6. Harganya terjangkau hanya sekitar 3 jutaan dan service centrenya banyak
7. Memiliki touchpad yang sangat responsif dengan ukuran 36% lebih besar dibanding touchpad pada laptop sejenis yang berukuran 11.6 inchi.
8. Teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac dengan kecepatan hampir 3X lipat dari 802.11n.
9. Memiliki memory 500GB HDD - 2 GB DDR3L
10. Dilengkapi dengan keyboard yang sangat nyaman dan kokoh dengan jarak antar keyboard 1.66 mm. Bahkan tahan hingga 10 juta kali pengetikan. 

1. Manajemen waktu 
Ada satu hal yang seringkali dilupakan oleh para penulis, yaitu "Manajemen Waktu". Ini berhubungan dengan kedisiplinan menulis. Ketika kita sudah berniat menjadi penulis, maka hal yang harus kita lakukan adalah menulis, menulis dan menulis. Berapa waktu yang harus kita sediakan untuk menulis memang tidak ada seorangpun yang bisa memaksakan kepada kita, karena memang penulis adalah pekerjaan paling merdeka di seluruh dunia.

Namun bukan berarti kemerdekaan itu bisa membuat kita jadi semaunya sendiri. Disiplin adalah hal yang jarang sekali dimiliki oleh penulis, oleh karena itu penulis yang berhasil adalah mereka yang Disiplin dan mempunyai Manajemen Waktu yang baik. Ketika kita membuat proposal naskah kemudian mengirimkannya kepada penerbit, maka disaat itulah kita harus membuat manajemen waktu, lepas dari apakah naskah kita akan diacc atau tidak.


Manajemen waktu ini disesuaikan dengan:
  • Rencana jumlah halaman dalam buku 
  • Waktu yang bisa kita sediakan setiap hari untuk menulis
  • Berapa halaman kemampuan kita menulis setiap jam
  • Berapa banyak proposal naskah yang kita kiirmkan kepada penerbit 
  • Tulisan lain yang ingin kita buat. 
  • Waktu /hari libur yang kita inginkan. 
Dari manajemen waktu yang kita buat, maka kita bisa memprediksi kapan kita bisa menyelesaikan naskah dan membuat deadline yang manusiawi bagi diri kita sendiri. Karena pada dasarnya penulis juga manusia kan.

Nah untuk memaksimalkan manajemen waktu ini kita perlu Notebook yang bisa dibawa ke mana-mana jadi kita bisa memaksimalkan waktu yang ada. Bisa saja kan kita menulis saat menunggu anak yang sekolah di TK. .Atau bisa juga kita menulis saat menunggu waktu meeting tiba.

Notebook ASUS E202 sangat cocok dipakai oleh para penulis karena didesain untuk selalu siap sedia kapanpun dan di manapun digunakan. Bobotnya hanya 1.21 kg  dan dimensi 193 X 297 mm sehingga sangat ringan dan mudah di simpan di dalam tas



2. Menulis Bersama
Menulis bersama sekilas memang terasa ribet karena harus menggabungkan isi kepala beberapa orang. Tapi nyatanya ada banyak kelebihan yang bisa didapat dari menulis bersama daripada menulis sendiri. Diantaranya:
  • Bisa saling berdiskusi tentang sumber tulisan, sehingga tulisan bisa lebih baik hasilnya. 
  • Bisa saling mengingatkan tentang deadline, sehingga masing-masing akan berusaha mengerjakan tepat waktu. 
  • Bisa saling mengoreksi, jika salah satu ada yang salah 
  • Bisa saling berbagi ilmu karena masing-masing mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. 
  • Bisa saling menggali ide yang tersembunyi, biasanya rekan menulis bisa memukulkan "palu semangat" ke kepala temannya sehingga memaksa ide keluar dari kepala. 
  • Bisa saling belajar mengerti satu sama lain 
  • Bisa mempererat tali silaturahmi dan persahabatan 
  • Bisa menciptakan pribadi yang sabar dan pengertian karena masing-masing penulis mempunyai kesibukan dan kepentingan yang berbeda
Sayangnya kalau menulis bersama ini bisa jadi disibukkan dengan nyari tempat yang ada colokan. Misalnya saja kalau mau masuk cafe nih mesti nanya dulu, "Ada colokan?". Nah gilirannya ada colokan biasanya jumlahnya terbatas. Jadilah kita rebutan colokan. Apalagi kalau waktu diskusinya lama. Jadi Notetbook yang kita gunakan haruslah yang memiliki batere tahan lama. 

ASUS E202 ini memiliki ketahanan batere hingga 8 jam sehari. Jadi tidak perlu khawatir kehabisan batere pada saat kita bekerja di manapun dan kapanpun. Dan Gak perlu repot-repot nyari cafe yang ada colokannya, bahkan nulis di kebun pun jadi.



3. Membuat Konsep Dari Buku Lama 
Jika berjalan-jalan ke toko buku, mungkin kita akan menemukan buku-buku yang diobral. Atau kita menemukan buku-buku yang masih perlu ditambahkan isinya. Ingat kata pepatah, "Tak ada Gading yang Tak Retak". Jadi masih ada banyak buku yang bisa kita sempurnakan.

Untuk membuat konsep naskah berbekal inspirasi dari buku lama ini, kita juga perlu menambah referensi lain. Referensi bisa kita cari melalui internet. Oleh karena itu kita perlu perlengkapan menulis yang bisa mendukung Wi-Fi. Dengan teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac, ASUS E202 memiliki kecepatan hampir 3 kali lipat dari 802.11n sehingga cocok buat kita untuk browsing, mendownload sumber bacaan dan streaming video. 

4. Membuat Check List Tulisan 
Salah satu tujuan pengiriman tulisan kita adalah media cetak. Walaupun cuma iseng-iseng berhadiah mengirim tulisan ke media, baik itu dalam bentuk artikel maupun tulisan fiksi, tapi ada baiknya kalau kita memiliki check list. Catatan ini bertujuan agar kita bisa menulis sesuai dengan media yang akan kita tuju. Ini adalah check listnya
  • Menentukan media untuk mengirim artikel (ini penting untuk menentukan jenis tulisan, panjang halaman, serta cara pengiriman) 
  • Menentukan judul 
  • Membuat outline 
  • Mencari bahan penunjang tulisan 
  • Mulai menulis 
  • Mengedit tulisan 
  • Mengirim tulisan
Check list tulisan ini bisa menambah semangat nulis kita lho. Biar semangat nulis kita makin bertambah lagi, maka warna komputer juga bisa mempengaruhi. Notebook dengan warna kesayangan akan bisa membuat kita pengen nulis lagi dan lagi. ASUS E202 memiliki 4 warna memikat yaitu : Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge 

5. Membuat Catatan Pengiriman naskah 
Catatan Sending Naskah adalah sebuah catatan yang berisi tentang naskah-naskah yang kita kirim, baik itu ke penerbit maupun ke media cetak. Dengan Catatan Sending Naskah (CSN) saja terkadang masih ada yang terlupa, apalagi kalau tidak punya CSN

Beberapa waktu yang lalu, saya memang menyempatkan diri untuk membuka email, juga melakukan kegiatan kecil seperti merapikan catatan sending naskah. Secara kebetulan mata saya tertuju pada 4 bagian yang di hightlight warna biru. Ini adalah tanda yang saya berikan pada naskah yang belum saya selesaikan. Ini juga berarti ada 4 judul naskah yang belum saya selesaikan.

Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah tanggal disetujuinya naskah tersebut adalah awal bulan Desember. Itu artinya sudah lebih dari 6 bulan yang lalu. Memang pada saat menerima surat persetujuan proposal naskah tersebut penerbit tidak mencantumkan dead linenya. Tentu saja ini bisa jadi bencana dan sekaligus bisa jadi anugrah karena saya menemukan harta karun yang terlupakan.

Ini bisa terjadi pada penulis manapun. Inilah pentingnya kita mempunyai catatan sending naskah. Dan sekarang yang akan saya lakukan adalah :
  • Menelpon editornya untuk meminta maaf sekaligus menanyakan, apakah naskah saya masih bisa diterima lagi atau tidak. 
  • Jika masih bisa diterima maka saya akan menyelesaikan naskah tersebut dan mengirimkannya ke penerbit secepat mungkin. 
  • Ini berarti saya harus membuat jadwal ulang menulis di minggu terakhir bulan januari hingga beberapa minggu di bulan pebruari bahkan maret. 
  • Jika memang naskah saya sudah tidak bisa diterima lagi, maka saya akan membuat surat penarikan naskah. 
  • Setelah surat penarikan naskah disetujui oleh penerbit maka saya akan merapikan naskah tersebut dan mengirimkannya kepada penerbit lain. 
  • Bertanya pada seorang teman , software apa yang lebih tepat untuk saya, yang bisa saya gunakan untuk membuat saya tidak melewatkan catatan sending naskah. 
Tapi langkah terakhir tersebut tidak perlu saya lakukan karena ketika melihat spesifikasi Notebook ASUS E202 masalah saya pun bisa teratasi. Dengan ASUS Smart Gesture saya bisa memakai touchpad layaknya gesture pada layar sentuh, sehingga saya bisa membuka beberapa catatan pengiriman naskah perbulan sekaligus. Dengan cara ini bisa dipastikan saya tidak akan ada lagi nasib naskah-nakah saya yang terlewatkan kabarnya. 


6. Menentukan Waktu dan Prioritas Nulis
Saking semangatnya pagi ini sampai bingung mau mengerjakan yang mana dulu. Mungkin kamu pernah mengalami hal ini. Banyaknya konsep naskah yang dikirim akhir tahun lalu berimbas pada banyaknya konsep naskah yang disetujui tahun ini dan tentu banyak juga konsep naskah yang di tolak pada tahun ini.

Ada dua pekerjaan yang harus dilakukan, menulis naskah lengkap dari konsep yang disetujui dan memperbaiki serta mengirim konsep naskah yang ditolak ke penerbit lain. Namun demikian kita harus punya prioritas utama. Berhubung dalam sehari hanya ada 24 jam, dan tentu saja tidak semua jam itu kita gunakan untuk menulis, maka kita harus pandai-pandai membagi waktu.

Berikut yang biasa saya lakukan setiap hari berkaitan dengan kegiatan menulis:
  • Menentukan prioritas utama dengan membuat jadwal mingguan serta bulanan. 
  • Setiap malam, atau paling lambat pagi memprediksi berapa banyak waktu yang tersedia untuk menulis pada keesokan harinya . 
  • Bersamaan dengan memprediksi waktu yang ada juga memprediksi berapa banyak prioritas utama yang bisa dilakukan pada hari itu dengan membuat jadwal harian. 
Ketika kamu ingin menjadi penulis, maka hal utama yang harus kamu lakukan adalah menulis, menulis dan menulis, walaupun itu hanya menulis status atau daftar belanja sekalipun. Semakin sering jari ini digunakan untuk menulis, maka ia akan menjadi ketagihan dan terus meminta untuk menulis dengan sendirinya.

Untuk bisa lancar menulis, apalagi kalau ada banyak naskah yang harus diselesaikan, maka kamu perlu dukungan Notebook dengan keyboard yang bagus. ASUS E202 memiliki keyboard dengan design one-piece chiclet keyboard dengan jarak antar keyboard 1.66 mm. Jadi kamu bisa ngetik dengan nyaman dan kokoh yang banyak typo. Keyboard ini bahkan bisa tahan hingga 10 juta kali pengetikan. 

7. Meningkatkan kemampuan Menulis
Menulis setiap hari tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi seorang penulis. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis.
  • Selalu menguatkan niat menjadi penulis. 
  • Membiasakan berlatih untuk memperbaiki alur berpikir dengan berimajinasi 
  • Banyak membaca dan melatih kemampuan membaca cepat 
  • Terus mengasah kemampuan menulis 
  • Berlatih kemampuan berbahasa sehingga orang akan memahami apa yang kita sampaikan 
  • Memperbanyak pengetahuan umum 
  • Melatih kecermatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi dalam tulisan 
  • Berlatih untuk menambahkan kemampuan mengisahkan sebuah situasi atau keadaan 
  • Peka terhadap lingkungan sehingga apapun bisa menjadi bahan tulisan 
  • Rasa tanggung jawab yang besar terhadap hasil tulisannya, sehingga tidak sekedar menulis untuk uang atau agar dimuat, tapi lebih memikirkan soal manfaat dan mudharatnya tulisan yang disajikan.
Untuk mendapatkan semua itu, kita perlu banyak membaca dan menambah pengetahuan. Sekarang e-book dan E-artikel bisa kita simpan dan baca  dengan mudah di notebook. Oleh karena itu kita memerlukan notebook yang memiliki layar yang bisa memancarkan warna-warna cerah dari gambar maupun tulisan yang kita baca.
ASUS E202 memiliki teknologi Splendid dengan sistem vivid yang memiliki akurasi warna yang secara otomatis akan disesuaikan dengan display setting optimal untuk semua gambar yang ada. Sehingga kita bisa membaca e-book dengan nyaman dari notebook. 

8. Mendatangkan inspirasi 
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendatangkan inspirasi :
  • Perbanyak melihat-lihat katalog penerbit, katalog ini bisa dilihat di web atau diperoleh pada saat pameran buku .
  • Lihat juga You tube, kalau perlu di save. 
  • Buat Kliping, jangan sia-siakan koran atau tabloid. 
  • Miliki buku catatan ide, cukup buku kecil yang selalu bisa dibawa ke mana-mana, atau kalau perlu sediakan buku ide disetiap tas yang kita bawa,biasanya perempuan suka ganti-ganti tas. 
  • Perbanyak jalan-jalan melihat pameran apapun, bisa pameran buku,pameran craft dll. 
  • Pergi ke toko buku, gak harus beli kan? kita bisa melhat format buku, ide cerita dll 
  • Pergi juga ke perpustakaan, buku-buku lama banyak yang bisa kita jadikan bahan tulisan atau bahkan kita revisi untuk dijadikan buku baru yang lebih bagus lagi penyajiannya. Atau bisa jadi kita perlu mendownload file. .
  • Mendengarkan lagu-lagu yang menyenangkan hati
Nah untuk mendatangkan inspirasi, kita memerlukan notebook yang memiliki suara jernih sehingga suara yang kita dengar dari Youtube maupun suara musik bisa benar-benar menyenangkan. ASUS E202 memiliki fitur dengan kualitas audia terbaik dengan speaker menghadap depan. 

9. Membuat Folder Penyimpanan Judul Naskah
Hari libur, selain digunakan untuk beres-beres rumah, ada baiknya kita gunakan juga untuk beres-beres isi komputer. Buat yang sudah terbiasa menulis, membuat beberapa folder sangat diperlukan.

Beberapa folder itu diantaranya :
A. Folder judul.
Setiap kali kita punya ide dan menuliskannya dikertas atau di hp, folder ini bisa menjadi lemari penyimpanan yang bagus. Ide bisa dituliskan dalam file word dan di simpan di folder ini dengan nama file sesuai dengan judul yang kita buat. suatu saat ada waktu, file judul ini bisa kita kembangkan menjadi file outline.
B. Folder outline.
Ini adalah lemari penyimpan file yang merupakan pindahan dari folder judul yang sudah kita buat outlinenya. Kalau sudah jadi kita bisa coba kirimkan ke penerbit, kalau belum yakin dan masih ingin diperbaiki lagi, bisa kita simpan dulu disini.
C. Folder Naskah.
Folder ini bisa kita pecah lagi menjadi 3 sub folder yaitu:
1). Naskah yang sedang diproduksi
2). Naskah yang dikirim
3). Naskah ditolak.
Untuk naskah ditolak ini bisa kita jadikan bank naskah juga lho, suatu saat kalau kita menemukan penerbit yang cocok. naskah ini bisa kita kirim kembali atau kita permak menjadi naskah baru yang lebih menarik.

Buat yang baru akan menulis, atau belajar menulis atau baru sedikit menulis, bisa juga mempersiapkan folder sebelum kewalahan dengan tumpukan file. Kita tidak pernah tahu lho kapan kita akan menjadi produktif.

Ada baiknya folder ataupun file yang kita buat di back up di hard disk external sehingga jika terjadi sesuatu pada komputer yang kita miliki, maka kita tidak akan nangis bombay. Untuk itu kita memerlukan Notebook dengan USB port yang mendukung. ASUS E202 memliki sebuah micro HDMI port dan slot MicroSD. USB tipe C ini juga sangat menghemat waktu dan bisa dicolokkan dari segala arah. 


10. Menulis Yang Berkualitas
Buat aku menulis bukan hanya sekedar soal karya yang dihasilkan. Menulis juga bukan soal berapa besar uang yang kita dapat. Menulis bukan untuk NARSIS dengan pamer berapa banyak buku yang sudah kita buat. Tapi lebih dari itu, menulis adalah sebuah cara untuk memberikan sesuatu yang berharga untuk kita tinggalkan selama masa kehidupan kita di dunia.

Menulis adalah sebuah kesempatan untuk berbagi, bukan saja berbagi ilmu, namun juga berbagi rasa, bisa rasa sedih, senang bahkan semangat membara dalam menjalani hidup yang berwarna. Ketika menulis kita sudah harus siap dengan konsekuensi tulisan kita terhadap pembaca. Tulisan kita bukan hanya bisa menjadi bermanfaat, tapi bisa juga menjadi mudharat.

Jadi menulislah dengan hati, karena hati selalu berkompromi dengan rasa, dan rasa tidak akan pernah bohong. Itu sebabnya menulis lebih bermakna dari pada berbicara, karena bicara memakai mulut dan mulut seringkali berbohong. Yuk, menciptakan tulisan bermutu dan bermanfaat., fokuskan pada KUALITAS, bukan KUANTITAS.

Untuk bisa menulis berkualitas, maka harus didukung dengan peralatan menulis yang berkualitas pula. Notebook ASUS E202 dilengkapi dengan intel processor yang bisa mendukung penulis untuk mencari data di internet, menonton video inspirasi  di youtube, mengetik bahkan untuk menonton TV dengan anak-anak. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.