Sumpah! Dulu itu ya aku paling serem kalau sudah berhubungan sama yang namanya "Sales Asuransi". Bawaannya Horor aja.  


Ini karena mereka tidak hanya ngejar-ngejar aku untuk membeli asuransi jiwa, tapi juga lebih banyak nakut-nakuti dengan cerita-cerita tentang kehidupan nanti yang menyeramkan. Seperti misalnya nih , "nanti kalau tiba-tiba kita meninggal gimana? Kan gak enak kalau keluarga yang ditinggalkan gak ditinggali harta  Iya kalau anak-anak sudah besar, kalau misalnya pas ibu meninggal ternyata anak-anak masih kecil bagaimana? Siapa yang akan mencari uang untuk mereka? "

Asli pertanyaan  yang ini bikin aku sebel pakai banget karena seolah nyumpahin diriku nantinya akan meninggal dalam keadaan miskin tanpa warisan harta buat keluarga. Bukannya aku baper, tapi kan ya pasti sebagai orang normal akan sakit hati dong. Memang umur ditangan Tuhan, begitu juga dengan rejeki dan jodoh.Tapi pertanyaan yang seperti itu jujur bikin aku tersinggung.

Walaupun sebenarnya kalau dipikir-pikir benar juga. Cuma cara sales asuransi yang membabi buta yang mungkin bikin aku sebel dengar rayuannya. Bisa jadi ini Sales Asuransi memang lagi kejar target. Seandainya saja Sales Asuransi ini rayuannya dengan niat ingin membantu sesama manusia, mungkin akan berbeda kali ya penerimaanku.

Jadi Apa sih Sebenarnya Asuransi Jiwa Itu ? 


Jadi yang namanya asurasni jiwa itu adalah kontrak perjanjian antara kita dan perusahaan asuransi. Kita adalah orang yang tertanggung yang memegang polis asuransi. Sedangkan perusahaan Asuransi adalah perusahaan yang menanggung untuk membayarkan sejumalh uang sesuai dengan yang tercantum dalam perjanjian. Uang ini dibayarkan jika kita sebagai tertanggung mengalami risiko kematian.

Ini artiya asuransi jiwa merupakan asuransi yang bertujuan untuk menanggung kerugian finansial yang tidak terduga yang disebabkan karena kita sebagai tertanggung meninggal dunia. Jadi kalau kita meninggal maka pihak asuransi akan membayarkan sejumlah uang pada ahli waris yang berhak. Bisa anak, istri atau suami.

Asuransi jiwa ini bisa dibeli oleh orang yang tertanggung sendiri atau bisa juga oleh orang ketiga. Jadi misalnya nih, suami bisa saja membelikan asuransi jiwa dengan yang tertanggung adalah istrinya. Jadi kalau misalnya si istri meninggal dunia, maka pihak asuransi akan membayarkan sejumlah uang kepada suami. Begitu juga dengan anak yang bisa saja membeli asuransi jiwa untuk orang tuanya. Atau sebaliknya. Istri membelikan suami atau orang tua membelikan asuransi jiwa dengan tertanggung adalah anaknya. .

Jadi, Kenapa Kita Perlu Membeli Asuransi Jiwa ? 

Asuransi jiwa tidak lagi horor

Ada beberapa alasan kenapa kita harus membeli asuransi jiwa , diantaranya adalah : 

1. Sebagai Perlindungan Sumber Penghasilan Keluarga 

Kita memang tidak akan pernah tahu kapan kematian seseorang akan datang. Tapi jika kematian itu menghampiri seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga, maka bisa jadi keadaan ekonomi keluarga tersebut akan goyang. Tidak mudah untuk menyiapkan sumber penghasilan baru, apalagi bagi keluarga yang ditinggal tanpa persiapan ekonomi yang matang. Jadi dengan adanya sejumlah uang yang ditinggalkan, maka akan membantu pihak keluarga untuk menegakkan kembali tiang perekonomian keluarga secara perlahan. 

2. Sebagai Tabungan 

Pembayaran premi untuk asuransi jiwa tidak bisa diambil sampai masa perjanjian selesai. Jadi ini bisa sebagai tabungan yang baru bisa diambil pada masa akhir perjanjian selesai. Atau setidaknya kita bisa menabung secara teratur dan tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Ini bisa sangat berguna ketika kita tua atau pensiun nanti, dimana tenaga sudah tidak banyak lagi dan tidak layak lagi untuk bekerja, tapi kita bisa memiliki uang yang bisa digunakan untuk membantu menopang kebutuhan hidup.

Apa saja Jenis asuransi Jiwa ? 


Ada beberapa jenis asuransi Jiwa yang dijual oleh perusahaan asuransi. Diantaranya adalah :

1. Asuransi Jiwa Berjangka 


Asuransi Jiwa jenis ini akan memberikan pertanggungan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian. Misalnya dengan jangka waktu 5, 10, 20 tahun. Asuransi jenis ini harganya lebih murah dibanding jenis asuransi jiwa jenis lain.

Keuntungan dari asuransi jenis ini adalah kita sebagai tertanggung bebas menentukan berapa besarnya premi yang disesuaikan dnegan kemampuan keuangan kita. Jika tertangung meninggal, maka nominal yang akan dibayarkan pada ahli waris jumlahnya bisa jadi besar. Namun jika tertangung masih hidup sampai akhir masa perjanjian, maka bisa jadi uang asuransi yang sudah dibayarkan akan hangus.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup 


Sesuai dengan namanya maka lamanya perlindungan dari pihak asuransi adalah seumur hidup atau maksimal 100 tahun. Asuransi ini juga bisa digunakan sebagai tabungan jangka panjang karena premi asuransi tidak akan hangus . Angsuran premi juga bisa dibayarkan secara berkala. Hanya saja jumlah premi yang harus kita bayarkan juga lebih besar jika dibanding dengan Asuransi Jiwa berjangka.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna 


Asuransi ini memiliki dua manfaat sekaligus yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka sekaligus sebagai tabungan. KIta sebagai pemegang polis asuransi bisa menarik polis ini dalam waktu tertentu sebelum masa perjanjian berakhir. Jika tertanggung masih hidup sampai dengan masa perjanjian berakhir maka masih bisa mendapat seluruh uang pertanggungan. Hanya saja jumlah premi untuk asuransi jenis ini jumlahnya biasanya cukup besar

4.Asuransi Jiwa Unit Link 


Ini merupakan gabungan antara asurasni dengan investasi. Hanya saja jumlah imbalan yang diberikan untuk investasi ini tidak sebesar investasi murni seperti saham, reksadana dll.

Jadi Bagaimana? Apakah saya masih merasa Asuransi Jiwa Itu Horor? 


Setelah tahu banyak tentang asuransi jiwa, tentu saja saya tidak merasa kalau asuransi jiwa itu horor. Hanya saja kalau didatangi sales asuransi yang agresif ya tetap saja aan merasa risih dan horor. JAdi sebenarnya yang bikin horor itu bukan asuransi jiwanya, tapi salesnya. Nah untuk itu saya ada sedikit masukan dan pesan :

  1. Sebelum menentukan akan membeli asuransi jiwa, ada baiknya jika kita mencari tahu lebih banyak segala hal yang berhubungan dengan asuransi jiwa karena asuransi jiwa ini sifatnya jangka panjang, jadi supaya kita tidak menyesal dikemudian hari. 
  2. Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan asuransi yang ditawarkan oleh sales perusahaan asuransi. Ini karena masing-masing perusahaan asuransi memiliki tawaran yang berbeda dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. POkoknya intinya adalah teliti sebelum membeli. 
  3. Sebelum membeli asuransi, yang perlu dipertimbangkan juga adalah jumlah dana yang kita miliki dan jumalh kebutuhan dan tanggungan yang harus kita penuhi. 
  4. Pilih jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. 
  5. Perlu mempertimbangkan kredibilitas perusahaan penjual asuransi. Karena perusahaan asuransi yang buruk tidak akan bisa mmbayar polis pada tertanggung. 
  6. Pelayanan pihak perusahaan asuransi itu sangat penting. Karena yang namanya musibah bisa datang kapan saja. Jadi pilihlah perusahaan asuransi jiwa yang memiliki layanan 24 jam 
  7. Walaupun perusahaan asuransi seringkali mengejar nasabah, namun biasanya nasabah yang sakit dan sehat akan berbda jumlah premi yang harus dibayarkan. Jadi, sebaiknya blilah asuransi pada saat shat.