Alun-alun kota tua dilihat dari lobbi Museum Seni rupa & Keramik
A: “Piknik ke museum yuk. “
B: “Mau ngapain? Gak asyik. Paling cuma keliling , foto-foto. Mending juga keliling mall. Kalau capek jalan dan laper banyak tempat makan. Memangnya di museum ada tempat makan yang enak?“
C: “Museum kan serem. Banyak barang antik dan bangunanya tua. Pasti banyak hantunya. Enakan juga ngopi di café yang dekorasinya nyaman dan bisa nongkrong sampai malam sambil ngopi.” 

Itu adalah sepenggal percakapan yang biasa didengar ketika ada yang mengajak piknik ke museum. Mungkin kalau museum dibuat menyerupai mall dan café maka akan banyak pengunjungnya. Tapi tentunya harus ada yang berbeda dari museum dibanding mall dan café agar #enjoymuseum bisa menarik pengunjung dari kalangan generasi muda.
Buat anak-anak muda., kalau disuruh milih antara piknik ke museum atau ke Mall pasti yang kedua yang akan jadi pilihan. Kedatangan anak-anak dan remaja ke museum biasanya karena ada studi tour yang diadakan pihak sekolah. Jadi mau tidak mau mereka akan ikut dan membuat laporan dari hasil pengamatan dan kunjungan.

Seberapa banyak sih wisatawan #enjoyjakarta yang datang ke museum? 

Pameran  & Demo Tenun Adonara NTT Di Museum Tekstil

Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang dibuat pada tanggal 29 April 2016, maka jumlah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri pada tahun 2015 total adalah sebesar 2.978.084 orang. Data ini diambil dari kunjungan wisatawan di Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, Museum Joang 45, Museum Nasional, Museum Sejarah Jakarta, Museum Tekstil, Museum Wayang, Pelabuhan Sunda Kelapa, Taman Arkeologi Pulau Onrust dan Monumen Nasional.  Ini artinya dalam sebulan rata-rata jumlah kunjungan ke  museum berkisar sekitar 250.000 orang atau sekitar 25.000 orang untuk setiap museum setiap bulannya.

Ada sebelas Museum yang ada dibawah koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI yang dikelola oleh 4 Unit Pengelola Teknis (UPT). Kesebelas Museum tersebut adalah :

1. UPT Museum Seni

  1. Museum Tekstil 
  2. Museum Seni rupa dan keramik 
  3. Museum Wayang

2. UPT Museum Kesejarahan Jakarta

  1. Museum Sejarah Jakarta 
  2. Museum Prasasti 
  3. Museum Joang 45 
  4. Museum MH. Thamrin

3. UPT Museum Kebaharian

  1. Museum Bahari 
  2. Taman Arkeologi Onrust
  3. Situs Marunda 

4. UPT Kawasan MONAS

  1. Museum Sejarah Nasional

Apa saja yang bisa dilakukan kalau berkunjung ke museum #jakartatourism? 

Workshop Jahit By Kriya Indonesia Di Museum Tekstil Jakarta 

Apa benar kalau datang ke museum itu cuma bisa keliling lihat-lihat koleksi, terus foto-foto selvie dan sudah habis itu pulang? Ternyata tidak. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa ditemukan di museum. Seperti di museum wayang kita bisa melihat pagelaran aneka jenis wayang seperti wayang kulit, wayang orang, wayang beber dll. Seringkali ada juga workshop membuat wayang suket, melukis wayang beber, demo pembuatan wayang kulit dan masih banyak lagi.

Kalau kita datang ke museum seni rupa dan keramik maka kita bisa belajar membuat keramik.  Nah kalau ke museum tekstil di sana ada tempat belajar membuat batik.  Di museum prasasti, walaupun isinya adalah batu nisan yang artistik, namun tempat ini juga sering digunakan sebagai tempat peragaan busana. Jadi gak cuma di museum tekstil saja kita bisa melihat peragaan busana.
Pada dasarnya, keberadaan museum tidak terlepas dari pendidikan dan penelitian.

Jadi ada banyak sumber ilmu pengetahuan yang bisa didapat dari setiap museum. Misalnya saja di museum MH. Thamrin, di sana kita bisa melihat sejarah Indonesia yang berkaitan dengan putra Betawi yaitu Mohammad Husni Thamrin. Atau kalau kita ingin meneliti tentang sejarah yang berhubungan dengan VOC dan masa penjahan dahulu maka kita bisa datang ke museum bahari, atau ke pulau Onrust yang berada di kawasan kepulauan seribu.

Jadi bagaimana caranya supaya #enjoyjakmuseum bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan? 

Tempat Nongkrong Asyik Di halaman dalam Museum Seni Rupa dan Keramik 

Nah kalau ini adalah ide dan saran saya buat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk membuat museum jadi tempat piknik yang asyik dan mendidik.

1.Buat museum lebih menarik daripada mall 

Kalau ada wifi gratis yang kenceng dan tempat makan yang enak pasti pada seneng datang ke museum. Mall aja seringkali gak ada wifi gratis.

2.Jadikan museum tempat nongkrong yang lebih asyik dibandingkan café 

Sebenarnya dekorasi museum bisa dimanfaatkan untuk tempat nongkrong yang asyik. Jadi kalau di museum ada café , maka orang akan datang dan berlama-lama ngobrol di museum sambil menikmati kopi.

3.Ciptakan museum yang tampil beda sehingga orang tertarik untuk datang

Museum bisa juga lho dijadikan sebagai co working space. Sekarang kan jamannya orang Jakarta lebih suka kerja freelance. Kalau kerja di rumah bosen, maka bisa datang ke museum untuk kerja.

4.Berikan reward untuk pengunjung yang membantu promosi 

Promosi dari mulut ke mulut itu paling ampuh. Jadi sering-sering buat lomba di instagram, facebook, twitter.

5.Berikan akses transportasi yang mudah ke museum. 

Masih banyak museum yang susah dijangkau transportasi umum seperti Pulau Onrust dan situs Marunda.

6.Perpanjang waktu kunjungan.

Kalau ada wifi dan café jam buka bisa diperpanjang.

7.Sediakan aplikasi khusus museum yang bisa membuat segalanya jadi lebih mudah.

Aplikasi bisa jadi katalog, bahkan pendaftaran acara di museum.

Referensi :
http://data.jakarta.go.id/dataset/data-jumlah-wisatawan-pengunjung-museum
https://www.kompasiana.com/

 

Postingan ini