Sebenernya aku suka naik pesawat, walaupun itu jaraknya dekat seperti ke Solo, Jogja maupun Surabaya. Salah satu alasannya adalah seringkali harga tiket pesawat jauh lebih murah dibanding dengan harga tiket kereta. Seperti misalnya ya, tiket pesawat ke Solo, seringkali aku bisa dapat di harga di bawah Rp 400.000 sdangkan tiket kereta juga sekitar itu. Paling cuma selisih Rp 20.000 - 30.000. Untuk waktu tempuh yang lebih singkat, naik pesawat jauh lebih menguntungkan dibanding naik kereta. Kalau ke Solo atau ke Jogja misalnya, naik kereta memerlukan waktu sekitar 12 jam. Tapi dengan naik pesawat hanya cukup waktu sekitar 1 jam.

Waktu tempuh yang singkat ini tentu saja bisa menghemat waktu perjalanan. Yang berarti waktu yang seharusnya habis di perjalanan bisa digunakan untuk melakukan aktifitas apapun. Baik itu jalan-jalan keliling menikmati suasana kota ataupun menikmati indahnya pemandangan serta kenyamanan hotel tempat menginap. Selain itu badan juga gak capek dengan naik pesawat. Aku biasanya suka "tepar" atau kcapekan kalau harus melakukan perjalanan dalam waktu lebih dari 3 jam.


Drama di Angkasa Menuju Bandara Minangkabau 

Namun sayangnya beberapa kali naik pesawat sempat merasakan drama di udara. Yang aku maksud adalah cuaca buruk yang membuat sport jantung dan mulut komat kamit beberapa kali membaca doa keselamatan. Dulu sekali pernah ketika untuk pertama kalinya mrasakan guncangan di udara akibat pesawat melewati awan tebal ketika baru saja "take off". Namun lama kelamaan hal ini menjadi terbiasa.

Seingatku ada dua kejadiandrama di udara yang paling mengerikan dan hampir saja membuatku trauma naik pesawat. Pertama waktu terbang ke Padang. Waktu itu mulai sejak take off memang sudah turun hujan walaupun gerimis. Hampir selama perjalanan lampu tanda mengenakan sabuk pengaman selalu menyala. Sebenarnya aku bisa tenang tapi perempuan muda yang bisa jadi baru beberapa kali naik pesawat itu panik gak jelas. Sampai-sampai ia meminta pramugari duduk di kursi sebelahnya yang kebetulan waktu itu memang kosong. Sedikit lebay pikirku.

Tapi lama kelamaan guncangan memang semakin kuat. Ditambah lagi turbulensi yang rasanya seperti naik roller coaster. Namun akhirnya drama ini juga berakhir. Menjelang mendarat di Bandara Minangkabau, cuaca sudah membaik dan pesawat bisa landing dengan mulus.

Drama Di Angkasa Menuju Bandara Adisucipto 

Kejadian kedua adalah ketika dalam perjalanan menuju Jogja. Kali ini kembali terbang dalam cuaca buruk. Pesawat melewati awan hitam yang rasanya seperti melewati jalan berbatu kalau di darat.
Turbulensi kembali terjadi dan ibarat mendaki gunung menuruni lembah dengan kecepatan tinggi
Seandainya di langit ada halte sumpah aku pengen turun di halte itu dan melanjutkan penerbangan setelah cuaca bagus. Sayangnya di angkasa gak ada halte ya. Tapi mungkin di masa depan perlu dipikirkan tuh halte di angkasa yang bisa buat parkir pesawat sejenak sampai cuaca bagus.

Jadi kalau sekarang yang ada cuma bisa memejamkan mata dan banyak banyakin doa. Ya iyalah mau gimana lagi? Dan berharap waktu cepat berlalu.Setelah ada pemberitahuan mau landing sedikit lega, apalagi sudah terlihat lampu kota, walaupun awan di atas sana masih terasa seperti jalan berbatu.
Nyatanya drama belum selesai karena pilot memberitahukan bahwa pesawat harus berputar di atas kota Yogja menunggu giliran landing selama tiga puluh menit ke depan. Katanya sih landasan dipakai bergantian dengan pesawat lain.

What????
Can you imagine berputar di udara dalam cuaca buruk?
Hadewwww, ya sudahlah dinikmati saja. Perjalanan yang seharusnya 1 jam 10 menit itu jadi 2 jam. Dan setelah itu akhirnya toh mendarat juga di Bandara Adisucipto Jogjakarta.

Apakah Aku Trauma  Naik Pesawat?


Jujurnya sih iya. Sejak penerbangan ke Jogja itu aku jadi lebih suka naik kereta kalau ke jogja atau Solo. Tapi lama-kelamaan akhirnya kembali lagi naik pesawat. Apalagi sekarang pesan tiket pesawat sangat mudah dan murah. Pesan tiket pesawat bisa banget lho  di Blibli travel. JAdi kamu  gak cuma bisa beli tiket pesawat tapi juga beli tiket kereta dan kamar hotel juga.

Enaknya beli tiket maupun hotel di Blibli travel adalah kamu bisa mendapatkan banyak harga promo dan juga cash back. Nah kalau kamu mau tiket pesawat murah dengan pelayanan yang baik maka kamu bisa memilih tiket Sriwijaya Air. Aku juga sering memilih terbang bersama Sriwijaya air karena dengan harga yang terjangkau, maskapai ini juga menyediakan meals di atas pesawat secara gratis. Selain itu juga jarang delay.

Perjalanan di angkasa memang seringkali menyisakan cerita yang tidak indah. Tapi selama perjalanan yang aku lalui di angkasa, aku lebih sering melihat hamparan awan putih dibanding melewati awan yang bergelombang serasa jalan berbatu. Jadi gak ada alasan trauma melakukan perjalanan di angkasa.

  Ikuti Blibli.com Blog Competition #SahabatPerjalananmu. Hadiah Tiket Pesawat PP & Voucher Belanja