Punya rambut panjang itu repot ngerawatnya. Kalau gak dirawat akan rusak dan gak jadi indah dilihatnya.

Itu adalah salah satu dari sekian banyak alasan perempuan yang pernah aku dengar tentang kenapa mereka gak suka punya rambut panjang. Apalagi sekarang banyak perempuan yang menggunakan hijab. Jadi rambut panjang ataupun pendek gak akan ngaruh lagi. Lha wong gak akan kelihatan juga.

Jadi kenapa aku memilih untuk tetap memiliki rambut panjang?


Aku dibesarkan di keluarga Jawa yang sangat menjaga tradisi. Rambut bagi wanita Jawa bukan sekedar mahkota penghias kepala.

Tapi lebih dari itu. Bagi wanita Jawa, rambut panjang itu ada gunanya. Setidaknya rambut panjang dan pendek itu untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Sejak kecil aku selalu memiliki rambut panjang. Setiap hari dikuncir kuda atau dikepang satu atau kepang dua. Memotong rambut bisa dibilang mungkin setahun sekali. Itupun hanyalah rambut bagian bawah yang seringkali bercabang.

Ketika wanita sudah menginjak remaja dan dewasa, maka memiliki rambut panjang akan sangat berguna ketika ada acara pesta yang mengharuskan wanita memakai sanggul. Kalau punya rambut pendek tentu saja akan sulit disanggul karena setelah disasak (sengaja dibuat kusut sebagai isi bagian dalam rambut agar tatanan sanggul bagian depan kepala terlihat tinggi), maka rambut yang tersisa untuk memasang sanggul tinggal sedikit. Beda halnya jika punya rambut panjang, maka sisa rambut yang bisa digunakan untuk memasang sanggul masih banyak sehingga proses menyanggul tidak memerlukan banyak jepit rambut hitam sebagai alat bantu.


Sayangnya ketika wanita dewasa hamil, maka rambut panjang akan sering rontok. Entah kenapa aku sendiri sampai sekarang juga gak tahu. Tapi yang jelas ketika dulu aku minta untuk memotong rambut jadi pendek karena selain rontok juga terasa panas, ibuku tidak mengijinkan. Katanya rambut panjang akan berguna pada saat melahirkan.

Tadinya aku pikir itu hanya omong kosong saja. Nyatanya rambut panjangku sangat membantu ketika jabang bayi akan keluar dari perut. Disaat itulah aku menggigit rambut panjangku yang sudah dipelintir. Jadilah ini bisa mengurangi rasa sakit ketika aku mendorong sekuat tenaga bayi yang masih diperut agar keluar.

Untungnya punya rambut panjang. Kalau rambut pendek tentu saja gak akan bisa sampai ke mulut apalagi kalau dipelintir.

Terus kenapa sampai sekarang masih bertahan punya rambut panjang? Apa gak repot ngerawatnya?


Jadi gini ya, aku dulu pernah sekali dan sepertinya cukup sekali saja memotong rambut jadi pendek. Ini gara - gara patah hati, jadi dari pada putus asa ya mendingan memutuskan rambut saja. Iya kan?

Saat itu aku memotong rambut sepundak. Karena rambutku agak keriting jadilah mekar mirip lion king gitu. Selain itu gak bisa dong rambut yang pendek gini digelung kalau aku ngerasa kepanasan. Jadi akhirnya rambut yang pendek ini satu--satunya pilihan adalah dikuncir dengan karet setiap hari.

Bisa ditebak pastinya, rambutku jadi rusak dan rontok. Memang sih jadi irit shampoo, tapi yang namanya karet itu jahat banget. Belum lagi kalau lagi mau ada acara resmi, maka rambut yang pendek ini harus di catok biar gak mekar banget. Atau yang sering ditambahkan hair spray. Jadi lengkap sudah penderitaan rambutku.

Karena aku sayang banget sama rambutku akhirnya sejak saat itu aku kapok memiliki rambut pendek. Mati gaya dan tersiksa kalau aku bilang.

Jadi apa yang dilakukan supaya rambut panjangku bisa selalu terlihat indah?


Tahu gak sih aku itu jarang banget lho menyisir rambut. Ini karena rambutku gampang banget kusut. Jadi kalau disisir akan banyak rambut yang tertinggal di sisir.

Lha terus gimana caranya supaya bisa terlihat rapi kalau gak pakai sisir?

Jadi gini. Aku setiap hari pasti keramas. Terutama kalau pagi. Setelah bangun tidur pasti dong rambut jadi kusut. Nah saat keramas ini aku sekalian menyisir rambut pakai tangan.


Memang ada banyak rambut yang rontok. Ini terlihat dari rambut yang ada diantara busa shampoo. Kalau sudah agak kering rambut langsung aku gelung mirip konde Cepol. Ini biar praktis dan gak kusut lagi.

Tapi sekarang ini mobilitas kerja di Jakarta memaksaku untuk sering naik sepeda motor. Apalagi semenjak ada ojek online. Selain karena cepat sampai juga karena murah. Sayangnya dengan ojek ini rambutku jadi lembab dan kadang helm yang dipakai juga kan bekas dari kepala orang bisa jadi ada ketombe atau bahkan kutu.

Belum lagi aktifitasku di lapangan yang mengharuskan aku kadang berinteraksi langsung dengan cahaya matahari. Kalau kulit tangan bisa dikasih handbody dan kulit wajah pakai pelembab, sementara kulit kepala dan rambut juga harus dilindungi karena cahaya matahari tentu saja akan membuat rambut cepat rusak.

Kenapa memilih Emeron Complete Hair Care?


Alasan utama memilih Emeron karena produk ini sudah ada sejak aku kecil. Masih inget banget dulu waktu aku kecil suka beli diwarung dalam kemasan sachet dan bentuknya bubuk. Entahlah ya harganya berapa waktu itu. Yang jelas saat itu eyangku masih menggunakan merang yang dibakar kemudian dicampur air untuk dijadikan shampoo.

Sampai SMP aku juga masih pakai Emeron. Masih yang sachet tapi kali ini bentuknya cair dan harga per sachetnya sekitar Rp 100. Murah banget kan. Tapi karena rambutku panjang jadinya gak cukup dengan satu tapi harus dua sachet. Yang sering aku pakai saat itu adalah yang warna hitam. Bukan karena pilihan tapi karena memang saat itu di warung adanya' ya cuma itu.


Selanjutnya pernah ganti dengan berbagai merk shampoo dan tentu saja ke salon untuk perawatan tambahan seperti creambath. Sayangnya mungkin karena terbiasa dengan shampoo berbahan alami jadilah shampoo yang lain bikin kulit kepala banyak ketombe dan rambut lebih sering rontok juga agak-agak kering.

Jadi ya ibarat sakit itu kalau sejak kecil anak dibawa ke puskesmas maka sampai besar juga gak akan cocok sama obat dari dokter yang mahal. Tapi tentu saja ini bukan soal mahal atau murah ya. Harga itu relatif kok. Yang harganya mahal toh juga gak akan menjamin kualitas bagus, bukan?

Begitu juga dengan shampoo. Akhirnya pilihan jatuh kembali kepada Emeron Complete  Hair care yang dilengkapi dengan active provit amino dan sekarang sudah banyak variannya. Karena aku lebih suka dengan rambutku yang agak kemerahan alami, maka aku gak milih Emeron Black & Shine, walaupun dulu aku suka pakai yang ini.


Emeron Black & Shine ini diperkaya dengan urang aring. Direkomendasikan untuk rambut yang kusam agar terlihat hitam alami, sehat dan cantik berkilau. Ini karena urang aring akan memperbaiki dan menutrisi rambut kusam secara optimal.


Pilihanku jatuh pada Emeron Damage care. Ini karena  rambutku kering, kasar dan rapuh sehingga gampang rontok. Kandungan avocado alias alpukat yang ada di dalamnya mampu mengembalikan kesehatan rambut secara maksimal. Yaitu dengan memperbaiki kerusakan pada kutikula serta melapisi dan melembabkan setiap helai rambut.


Selain dua jenis diatas, masih ada lagi Emeron Soft & Smooth yang diperkaya dengan bunga matahari. Rambut kasar dan kaku juga tidak berkilau akan diberikan nutrisi dari bunga matahari. Nutrisi ini akan diberikan mulai dari akar sehingga setiap helai rambut akan menjadi halus dan lembut berkilau.


Aktivitas di luar rumah memang mengharuskan aku melakukan perawatan ekstra pada rambut. Sayangnya seringkali gak sempat pergi ke salon untuk creambath. Untungnya Emeron memiliki rangkaian perawatan rambut yang lengkap.


Setelah memakai shampoo maka kita bisa menggunakan conditioner dengan cara mengusapkan mulai dari bagian atas  rambut hingga bawah. Setelah itu dengan kondisi rambut masih setengah basah oleskan hair vitamin. Sebelumnya gunting bagian ujungnya dan tuangkan isinya di telapak tangan.


Jadilah aku bisa merawat rambut di rumah tanpa harus ke salon. Selain menghemat waktu juga menghemat biaya tentunya.
Pengen tahu berapa harganya? Lihat foto-foto di bawah ini ya yang aku ambil di Lottemart.




Nah gak mahal kan? Aku sudah pakai Emeron Complete Hair care. Sekarang giliran kamu untuk coba Emeron Complete Hair care untuk perawatan rambut alami.