Foto adalah salah satu sumber sejarah primer. Itu sebabnya peristiwa bersejarah harus didokumentasikan dengan sebaik-baiknya. Tau gak sih kalau foto yang kita buat saat ini, akan sangat berguna sebagai sumber sejarah bangsa di kemudian hari. Jadi kalau bisa membuat foto yang baik, untuk apa membuat foto yang buruk. Ini demi mengabadikan moment bersejarah lho. 

ASIAN Games 2018  merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ASIAN Games. Jadi sangat disayangkan kalau sebagai warga negara Indonesia apalagi warga DKI Jakarta kalau gak nonton rangkain kegiatan ASIAN games.

Kali ini Viva.co.id mengajak para blogger untuk nonton bareng cabang olah raga Atletik yang digelar di stadion utama Gelora Bung Karno Jakarta. Acara ini berlangsung pada hari Selasa tanggal 28  Agustus 2018 dari pukul 15.00 - 20.00. Gak cuma nonton bareng, tapi dalam kegiatan ini para blogger juga dibekali ilmu fotografi agar nantinya bisa menghasilkan foto-foto yang lebih baik.

Sekilas Sejarah ASIAN Games di Indonesia 


ASIAN Games untuk pertama kalinya digelar di New Delhi, India pada tahun 1951. Di tahun 1962, untuk pertama kalinya Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah ASIAN Games yang berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 September.

ASIAN Games pertama kali di Indonesia tersebut dibuka oleh presiden Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno. Saat itu diikuti oleh 1.460 atlet dari 17 negara' di Asia. Cabang olah raga yang dipertandingkan sebanyak 13 dengan mempertandingkan 372 medali emas.


Di tahun 2018 ini Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kembali untuk yang kedua kalinya. Penyelenggaraan ASIAN Games di Indonesia berlangsung di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat juga Banten. Kali ini ada sekitar 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kali ini Energy of Asia diusung sebagai tema ASIAN Games 2018. Ada 3 Maskot yang mewakili kebhinekaan Indonesia. Ketiganya adalah :

  1. Bhin-Bhin - burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda). Menggunakan rompi motif Asmat, Papua. Mempresentasikan strategi.
  2. Atung - rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii). Memakai sarung dengan motif tumpal yang merupakan ciri khas pakaian Betawi. Maskot ini merupakan presentasi dari kecepatan. 
  3. Kaka - badak bercula satu ( Rhinoceros Sondaicus). Memakai baju dengan motif bunga khas Palembang. Mempresentasikan kekuatan. 

Belajar Memotret Di Workshop Smartphone Fotografi 



Sebelum nonton bareng ke Gelora BUng Karno, par blogger berkumpul di FX Sudirman sebagai meeting point. Acara gathering blogger Viva kali ini diawali dengan workshop fotografi dengan narasumber Syahrino Putama atau biasa dipanggil Rino dari Multimedia Department Viva co.id. Rino sendiri sudah sering menjuarai lomba foto, jadi ilmu fotografinya gak perlu diragukan lagi.

Workshop singkat kali ini mengambil tema Mobile Photography Like A Pro With Smartphone. Jadi tujuannya adalah setelah mengikuti workshop singkat ini diharapkan para blogger bisa menghasilkan foto yang bagus layaknya profesional dengan menggunakan smartphone. Tapi selain teknik Photography, yang namanya kualitas Smartphone juga akan menentukan kualitas hasil foto ya.

Walaupun waktunya singkat tapi ilmu yang diperoleh tentang teknik photography dengan smartphone ada banyak banget. Berikut ini adalah beberapa teknik dan tips yang bisa digunakan dalam pengambilan foto dengan smartphone :

  1. Posisi kamera itu penting. Kalau di smartphone dengan fitur photography pro akan ada garis-garis semacam garis bantu atau garis imajiner yang membagi foto dalam 9 bagian ketika pengambilan gambar. Nah garis bantu ini bisa banget menjadi garis yang membelah posisi yang berbeda sehingga object terlihat presisi. Misalnya saja membelah dataran tinggi dan dataran rendah. Jadi usahakan garis yang membelah dua posisi itu berada di tengah-tengah layar. Untuk mendapatkan posisi yang simetris ini kita bisa menggunakn tripod agar posisi kamera tidak berubah-ubah atau miring dalam waktu singkat saat kita membidik object. 
  2. Supaya foto gak blur. Yang penting adalah posisi kaki dan tangan supaya gak bergeser. Kalau perlu pakai bantuan tripod. Saat mengambil gambar tahan napas supaya kamera gak goyang. Karena kamera yang goyang akan menghasilkan gambar blur. 
  3. Landscape dan portrait, mana yang lebih baik? Walaupun ada dua macam teknik pengambilan gambar, yaitu landscape dan potrait, tapi keduanya akan cocok ketika digunakan dalam situasi yang berbeda. Memotret landscape akan menghasilkan kesan lebar. Dengan posisi landscape maka object yang kita ambil akan luas, jadi akan sangat cocok digunakan untuk posisi pengambilan gambar alam semesta atau kemegahan kota misalnya. Tapi kalau mau memotret orang, maka posisi Portrait akan jauh lebih baik hasilnya karena menghasilkan kesan tinggi. 
  4. Jangan takut tabrak warna. Kadang dengan memotret object yang kontras, maka perpaduan warna yang kontras atau terkesan bertabrakan justru akan menghasilkan foto yang lebih "eye-cathcing". Untuk mendapatkan warna kontras ini kita bisa memakai fitur HDR. 
  5. Hitam Putih jadul. Foto hitam putih memang terkesan sebagai foto jaman dulu. Tapi selain itu hitam putih juga akan menimbulkan efek dramatis lho. 
  6. Memotret Arsitektur. Ada banyak banget detail yang bisa kita ambil ketika memotret arsitektur. Misalnya lekuk tangga, ornamen jendela, lubang ventilasi dan masih banyak lagi. Jadi memotret arsitektur gak asal jepret gedungnya secara keseluruhan ya. 
  7. Memotret orang. Lebih baik mendekati object sekitar 3 langkah di depan. HIndari menggunakan fitur digital zoom karena hasilnya akan blur. 
  8. Memotret orang berdiri dengan teknik frame in frame. Sering banget ya kita memotret orang berdiri ya cuma asal jepret gitu aja. Padahal kalau dipotretnya di depan pintu atau jendela, maka object tersebut akan terlihat seperti di dalam frame. Hasil yang dihasilkan akan terlihat lebih bagus. 
  9. Buat shoot list. Membuat shoot list atau daftar foto itu penting banget supaya kita ada sedikit gambaran mau memotret apa saja nanti. Jadi nantinya kita gak asal jeprat jepret aja yang bisa bikin memori dan batere kita cepet habis. 
  10. Siasat di saat batere sekarat. Nah kalau misalnya nih smartphone kita baterenya tinggal dikit sementara object yang akan kita potret itu kira-kira masih banyak, maka gak ada salahnya kalau kita gunekan mode airplane untuk menhemat batere. Hindari menyalakan dan mematikan handphone secara berulang karena ini justru akan membuat batere lebih boros. 
  11. Mengambil gambar object bergerak. Untuk mendapatkan hasil yang baik maka kita bisa menyeting kamera dengan fitur Shuter Speed tinggi, ISO rendah dan mode continous photo. sehingga kita akan bisa memotret dengancepat tanpa hasil yang blur. 
  12. Pengaturan ISO. Ini bisa bermanfaat ketika kita memotret di tempat gelap atau kurang cahaya. Dalam kondisi ini ISO yang digunakan minimal 1000 agar hasil foto terlihat jelas. 
  13. Mengedit Foto. Bisanya di dalam smartphone sudah ada fitur untuk edit. Tapi gak ada salahnya juga kalau kita mendownload aplikasi untuk edit foto untuk hasil yang lebih maksimal lagi. Beberapa aplikasi yang bsia digunakan antara lain snapseed, picasa dll.

Mengenal Lebih Dekat Samsung Galaxy J6


Kebetulan kemaren itu aku berkesematan mencoba Samsung Galaxy J6, jadi sekarang aku akan banyak cerita yang ini ya. Tapi sebenernya kemaren itu ada 3 kamera Samsung yang bisa dicoba yaitu J6 , J7 dan J8.


Samsung Galaxy J6 merupakan ponsel pertama yang mengusung layar infinity display. Dengan warna hitam, emas dan ungu (violet). Memiliki layar premium super amoled dengan design infinity display diagonal 5,6 inchi HD. Dengan layar seperti ini mampu memberikan kenyamanan saat membaca ataupun menonton baik itu di siang hari maupun keadaan cahaya minim di dalam ruangan. Dengan rasio 18,5 : 9 mampu memberikan Full View Display.

Didukung dengan RAM 3 GB dan ROM 32 GB (micro SD hingga 256 GB). Jadi kalau mau foto-foto gak takut memory cepat penuh ya. Kamera lensa depan 13 MP dan lensa belakang 8 MP. Kedua kamera didukung LED Flash bukaan f/1.9. Ada 3 level flash untuk menghindari penurunan kualitas selfie. Ada beragam efek filter juga sehingga foto yang dihasilkan lebih kreatif.

Kamera pada Samsung J6 ini juga dilengkapi dengan kemampuan low light sehingga bisa menghasilkan gambar dalam keadaan minim cahaya sekalipun. Untuk mendukung selfie, maka LED Flash depan bisa diatur sesuai kondisi pencahayaan yang diinginkan. Dengan fitur Enhanced Gallery memungkinkan pengguna bisa mengatur foto dan video sekaligus mengedit sesuai dengan tema maupun efek yang diinginkan. Ada juga fitur fun camera yang bisa digunakan untuk mengedit foto dengan berbagai filter maupun stamp dan stiker.

Memotret Serunya ASIAN Games di Gelora Bung Karno Jakarta dengan Kamera Samsung J 6

Foto Selfie ini diambil di depan tugu api. Niatnya sih bikin gambar ini frame gitu ya.


Nah kalau yang ini di dalam stadion GBK.


Mencoba merekam atlet lari 400 meter di garis finish.


Suasana di luar GBK



Merah putih di dalam dan luar stadion GBK.



Euphoria penonton di dalam stadion GBK


Serunya Nonton Bareng Blogger Viva dan Samsung 


Setelah workshop fotografi selesai, kami mulai bergerak dari FX Sudirman menuju Gelora Bung Karno (GBK). Jalan dari Gate 5 yang berada tidak jauh dari pintu samping FX Sudirman, menuju Gelora Bung Karno kami melewati kawasan Bin- Bin yang juga merupakan tempat makan. DI sana ada banyak food truck dengan kursi dan meja makan yang nyaman. JAdi di sini jangan takut kelaparan. Harga makanan di sini juga relatif murah kok.


Ada juga layar besar tempat nonton bareng. Juga toko yang menjual souvenir maupun merchandise khas ASIAN Games. Sebelum memasuki GBK kami melewati tugu api yang bangunannya merah menyala dengan puncaknya terdapat kobaran api yang menyala-nyala.


Memasuki area Stadion GBK ada beberapa stand brand pendukung termasuk Samsung. DI stand Samsung ini kita bisa melihat apa saja produk samsung yang cocok buat kita. Stand Samsung ini tepatnya berada di pintu masuk Gate 2 Stadion GBK.


Untuk mendapatkan view yang bagus, kami memilih duduk di gate 4 yang dekat dengan garis finish. Kali ini melihat lomba lari 100 meter putra dengan medali emas diraih oleh China, Perak oleh Taipe dan Perunggu oleh Jepang. Sementara pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri belum berhasil meraih medali dalam kategori lomba ini.

Disusul dengan lomba lari 400 meter putra dan putri, lari gawang putra dan putri juga lari 5000 meter. Sayangnya atlet Indonesia belum ada yang meraih medali untuk cabang Atletik malam ini. Dan semakin malam pertandngan semakin seru.

Nitip saran buat Viva.co.id : 

  1. Acara gathering Viva selalu membuat para Blogger bahagia, semoga acara ini bisa lebih sering lagi diadakan dengan jumlah blogger yang lebih banyak lagi. 
  2. Workshop fotografi adalah salah satu acara yang memang sangat dibutuhkan para Blogger, jadi ke depannya saya berharap ada banyak lagi kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas blogger seperti workshop membuat konten kreatif, SEO dan yang paling penting adalah workshop cara mudah submit artikel di Viva Blog agar bisa lebih banyak lagi blogger yang bisa submit tulisannya di viva blog.